Usut Kasus Penambangam Pasir Sirtu Ilegal, Polda Jatim Soroti Jombang & Sampang, Amankan 3 Eskavator

Usut kasus penambangan illegal pasir sirtu, Polda Jatim amankan tiga alat berat eskavator. Soroti Kabupaten Jombang dan Kabupaten Sampang.

TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Kasubdit III Tipditer Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Wahyudi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiga kendaraan alat berat eskavator yang menjadi barang bukti kasus penambangan illegal pasir sirtu diamankan Polda Jatim dari dua kabupaten.

Dari Kabupaten Jombang, penyidik mengamankan dua Eskavator dan dari Kabupaten Sampang, penyidik mengamankan sebuah Eskavator.

Dari dua lokasi itu, penyidik Subdit III Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, mengamankan masing-masing empat orang yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.

Ngaku Numpang Salat Isya di Kamar Kos, Pasangan Bukan Suami Istri di Tuban Tertangkap Berbuat Zina

Kisah Hidup Pria Petani Sulawesi Punya Aset Rp 16 M, Begitu Identitas Terkuak, Polisi Gercep Tangkap

Mereka masih berstatus saksi dan kini masih diperiksa oleh penyidik.

Menurut Kasubdit III Tipditer Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Wahyudi, lokasi penambangan pasir ilegal yang ada berada di Jombang sudah berjalan kurun waktu lima bulan.

Di lokasi penambangan itu, pihak pengelola memang telah mengantongi izin ekplorasi, namun tidak mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) Operasi Produksi (PO).

Pekerja Dijadikan Dispenser Hand Sanitizer Berjalan, Perusahaan Minyak Arab Saudi Tuai Kecaman

Semua Sekolah di Sumenep Libur Gegara Corona, Kemendikbud Dukung Siswa Belajar Online di Rumah

Sedangkan, lokasi penambangan pasir di kawasan Sampang, ternyata tidak mengantongi izin apapun.

Tiga Eskavator sebagai barang bukti Illegal Mining diamankan di Mapolda Jatim.
Tiga Eskavator sebagai barang bukti Illegal Mining diamankan di Mapolda Jatim. (TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI)

"Hasil riktase sudah puluhan dan ratusan perharinya. Dan (Lokasi Sampang) sudah berjalan 2 Bulan," katanya saat ditemui awak media di Mapolda Jatim, Senin (16/3/2020).

Wahyudi menegaskan penindakan hukum illegal mining ini dalam rangka menjalankan intruksi Presiden RI mengenai kawasan konservasi lahan, yang termasuk juga di dalamnya berupaya menjaga kelestarian alam guna mengantisipasi fatalitas bencana alam.

Cegah Sebaran Virus Corona, Pemkab Trenggalek Tunda Semua Event & Tutup Tempat Wisata Sampai 2 Pekan

"Ini bukan hanya penindakan pada Mining saja, tapi juga berkembang, bisa ke illegal loging, kemanapun yang bisa sebabkan bencana alam," tuturnya.

Pihaknya, lanjut Wahyudi, juga akan melakukan monitoring serupa pada sejumlah kawasan di Jatim, yang ditengarai marak adanya Illegal Mining, kurun waktu tiga bulan kedepan.

"Sudah kami bicarakan sama tim, kami akan bicarakan penindakannya, karena penindakan harus cermat, bukan malah menimbulkan ekses tidak baik," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved