Antisipasi Virus Corona di Jatim

Kini, Ada 62 Rumah Sakit Rujukan Untuk Pasien Covid-19 di Jatim

Jumlah jaringan rumah sakit rujukan bagi masyarakat Jawa Timur untuk penyakit Covid-19 bertambah.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
RUANG ISOLASI - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan peninjauan ruang isolasi penanganan virus Corona di RS Jiwa Menur yang dapat menampung 132 pasien, Selasa (17/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jumlah jaringan rumah sakit rujukan bagi masyarakat Jawa Timur untuk penyakit Covid-19 bertambah.

Kini ada sebanyak 62 rumah sakit di Jawa Timur yang bisa dijadikan masyarakat Jawa Timur jujugan ketika memiliki gejala atau indikasi penyakit akibat virus Corona atau Covid-19.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sesuai instruksi pemerintah pusat, kini rumah sakit milik TNI, Polri, BUMN dan juga rumah sakit swasta yang memiliki ruang isolasi turut menjadi rumah sakit rujukan untuk covid-19.

“Kita sudah rapat bersama dengan pimpinan rumah sakit yang punya ruang isolasi baik RSUD, rumah sakit milik swasta, milik TNI, Polri maupun BUMN. Mereka akan memberikan layanan kesehatan medik untuk pasien baik ODP, PDP maupun yang terkonfirmasi positif covid-19. Kami juga sudah melakukan checking kebutuhan mereka sesuai dengan bed yang ada di ruang isolasi masing-masing rumah sakit,” kata Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Dengan adanya cek kebutuhan oleh Pemprov Jatim tersebut maka masing-masing rumah sakit tersebut maka diharapkan bisa lebih mudah untuk memberikan suplai alat medis yang dibutuhkan.

VIRAL VIDEO Anggota DPRD Ngamuk saat Dites Kesehatan Terkait Corona, Petugas Dibentak: Kamu Pejabat?

Rutinitas Hotman Paris Gara-gara Corona Ketahuan, Nabung Sembako di Rumah Dapat Komentar Pro Kontra

Foto-foto Via Vallen Tanpa Editan Terekspos, Beda Drastis dari yang di IG? Lihat Reaksi Si Biduan

Sehingga dokter dan tenaga medis di sana akan bisa memberikan layanan yang maksimal terhadap pasien yang membutuhkan perawatan baik orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun jika ada pasien yang dinyatakan positif covid-19.

“Saya juga sudah mendatangi pabrik penghasil masker, hand sanitizers dan juga alat perlindangan diri (APD) supaya memberikan dengan kuota lebih untuk Jawa Timur. Sehingga apa yang dibutuhkan oleh tenaga medis, dokter, dan paramedis di Jawa Timur bisa tercukupi. Itu tujuannya malam ini kita melakukan pendataan,” kata Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Untuk mempercepat langkah penanganan covid-19, dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jatim kita membagi tiga rumpun.

Yang pertama adalah rumpun promotif preventif yang dikoordinir oleh Kalaksa BPBD Jatim Suban Wayudiono, kemudian rumpun kuratif yang akan dipimpin Dirut RSUD Dr Soetomo Dr dr Joni Wahyuhadi, dan yang ketiga rumpun Tracing yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin.

Untuk tim tracing, Pemprov selain mengandalkan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial juga disupport oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

“Kita berdoa bersama mudah-mudahan apa yang kita ikhtiarkan dalam memberikan penanganan terbaik bisa menjadi andalan kota dalam menangani covid-19 di Jatim,” tegas Khofifah. (Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved