Prihatin Risiko Tertular Virus Corona, 3 Mahasiswa Undika Bikin Alat Semprot Hand Sanitizer Otomatis

Prihatin Risiko Penularan Virus Corona, 3 Mahasiswa Undika Bikin Alat Semprot Hand Sanitizer Otomatis.

Prihatin Risiko Tertular Virus Corona, 3 Mahasiswa Undika Bikin Alat Semprot Hand Sanitizer Otomatis
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Semakin meningkatnya angka positif pasien virus corona di Indonesia, utamanya di Surabaya, ternyata mampu mendorong tiga mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) untuk berinovasi, yakni dengan membuat alat penyemprotan hand sanitizer otomatis. Kamis (26/3/2020) di Kampus Undika Surabaya. 

Prihatin Risiko Tertular Virus Corona, 3 Mahasiswa Undika Bikin Alat Semprot Hand Sanitizer Otomatis

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Semakin meningkatnya angka positif pasien virus corona di Indonesia, utamanya di Surabaya, ternyata mampu mendorong tiga mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) untuk berinovasi, yakni dengan membuat alat semprotan hand sanitizer otomatis.

Mahasiswa dari program studi S1 Teknik Komputer Danang Sindhu Prasetyo, Ridlo Alfatoriq Putro, dan Muhammad Nur Gahutsul Azham menyampaikan inovasi ini dibuat untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa kuliah.

Inovasi Undika di Temgah Wabah Virus Corona, Bikin Alat Deteksi Suhu Tubuh Lewat Thermal Camera

Undika Surabaya Terapkan Kuliah Online via Aplikasi Brilian, Cegah Penyebaran Virus Corona di Kampus

Virus Corona Disebut Bisa Sebabkan Kesenjangan Sosial, Dosen Undika Singgung Soal Borong Masker

“Kami melihat penularan covid-19 ini bisa melalui benda, dan kemungkinan bisa melalui tombol hand sanitizer,” kata Divisi Mekanik, Muhammad Nur Gahutsul Azham, Kamis (26/3/2020) di Undika.

Menurutnya alat penyemprotan otomatis ini sangat diperlukan, agar orang tidak perlu menyentuh botol hand sanitizer ketika membersihkan telapak tangannya. Dengan begitu, jika ada virus corona dalam benda tersebut risiko penularannya sangat kecil.

Mahasiswa semester 4 ini menyampaikan alat ini terdiri dari rumah alat, botol hand sanitizer, arduino nano, motor servo, sensor infrared, dan powerbank sebagai sumber daya.

“Untuk rumah alatnya kami menggunakan kayu bekas dengan bentuk persegi panjang. Sedangkan komponen lainnya seperti sensor berada di sisi atas kotak,” kata dia.

Selain itu, rekan setim Azham, yakni Ridhlo juga menyampaikan membutuhkan waktu kurang lebih empat hari untuk membuat alat ini, seperti mulai dari memesan komponen alat dan juga dan memodifikasi software penyemrpotan otomatis.

Ridhlo menjelaskan alat ini bersifat fleksibel, yang bisa diletakkan meja, ditempel didinding maupun digantung, hal ini karena komponen alat tersebut diletakkan dibagian atas dengan kondisi tertutup.

Ia juga menambahkan nantinya alat ini akan ada pengembangan, yakni mengganti papan kayu dengan bahan akrilik, yang dimana seperti untuk sensor infrared akan diganti menggunakan sensor ultrasonik, dikarenakan sensor infrared terkadang kurang normal saat digunakan di tempat yang terdapat banyak pantulan cahaya

“Selain itu penambahan tinggi penyangga pada tempat hand sanitizer agar botol tidak bergeser ketika ada penekanan otomatis,” pungkasnya.

Penulis : Fikri Firmansyah

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved