Breaking News:

Virus Corona di Gresik

Aparat Gabungan Bubarkan Dzikir Bersama di Pondok Pesantren di Kebomas Gresik

aparat gabungan TNI - Polri mendatangi pengajian dzikir bersama di jalan Proklamasi IX/12, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur

Penulis: Willy Abraham | Editor: Yoni Iskandar
Willy Abraham/Tribunjatim
Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo saat memberikan himbauan agar tak panik virus korona dengan pola hidup sehat di masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Jum'at (6/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kamis (26/3/2020) malam aparat gabungan TNI - Polri mendatangi pengajian dzikir bersama di jalan Proklamasi IX/12, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur . Aparat membubarkan kegiatan dzikir bersama di Pondok Pesantren Nur Muhammad itu.

Dzikir yang berlangsung sejak sore itu terpaksa dibubarkan. Warga sudah meminta agar dibubarkan karena mengumpilkan banyak masa dari luar daerah. Seperti Surabaya, Malang dan Tuban.

Petugas pun langsung mendatangi Pengasuh Pondok Nur Muhammad untuk menyampaikan himbauan kepada seluruh jemaah terkait larangan mengumpulkan massa.

Kedatangan petugas disambut meriah oleh warga. Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo juga memberikan informasi bahaya dan penularan wabah virus corona. Petugas pun meminta kegiatan tersebut dibubarkan. Para jemaah diminta untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Saat dikonfirmasi, Pengasuh Ponpes Nur Muhammad, KH. Nur Muhammad mengaku jika kegiatan doa bersama itu merupakan rutinitas setiap bulan sekali. Tanpa undangan, para jemaah datang dengan sendirinya.

Jatim For Indonesia Siap Edarkan 1000 Liter Hand Sanitizer ke Beberapa Wilayah, Jawa hingga Bali

Masjid Sunan Kalijaga Jember Tetap Gelar Salat Jumat, Shaf Jemaah Berjarak-Lantai Tak Berkarpet

Cegah Corona, Sarinah Malang Tutup Gerai Selama 12 Hari, Pembelian Secara Online & Private Sale

Kedatangan para jemaah itu bentuk Istiqomah mengikuti kegiatan yang berlangsung setiap Kamis legi itu.

"Sebulan sekali. Memang tiap Kamis legi para jemaah Istiqomah. Kita gak undang-undang, mereka datang sendiri," ujarnya.

Gus Nur sapaan akrabnya mengaku sudah mengetahui larangan mengumpulkan massa. Namun, saat informasi itu masuk, jemaahnya sudah terlanjur melakukan perjalanan.

"Kami liburkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan," terangnya.

Kapolres mengatakan, kedatangan aparat ke Ponpes tersebut berkat laporan masyarakat. Bahwa terdapat kegiatan pengajian yang melibatkan jemaah cukup banyak.

Setelah dipastikan ke lokasi ternyata benar. Pihaknya pun langsung mendatangi tuan rumah dan para jemaah agar membubarkan diri. Selain itu, memberikan himbauan tentang bahaya virus corona, penularan hingga pencegahannya.

Alumnus Akpol 2000 itu mengaku himbauan yang dilakukan atas dasar keselamatan dan kesehatan masyarakat kabupaten gresik. Dan wujud aplikasi nyata dari Kapolri.

"Warga di sekitar lokasi pengajian merasa lega karena kegiatan itu bisa dihentikan. Seketika itu acara bisa selesai dan tuan rumah mempersilahkan para jemaah untuk kembali meninggalkan tempat," pungkasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved