Cegah Corona, Sarinah Malang Tutup Gerai Selama 12 Hari, Pembelian Secara Online & Private Sale
Demi menjaga keselamatan karyawannya, Sarinah Malang menutup gerainya selama 12 hari.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Sudarma Adi
Cegah Corona, Sarinah Malang Tutup Gerai Selama 12 Hari, Pembelian Secara Online & Private Sale
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Demi menjaga keselamatan karyawannya, Sarinah Malang menutup gerainya selama 12 hari.
Manager Area Sarinah Jawa Timur, W Febi Damayanti menuturkan bahwa penutupan gerai mulai dari tanggal 25 Maret - 5 April tersebut merupakan kebijakan dari pusat.
"Ya tentu alasan utama penutupan adalah menjaga keselamatan pegawai dan mencegah penyebaran virus corona. Sehingga berdasarkan instruksi dari pusat, kita tutup gerai selama 12 hari," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (27/3/2020).
• Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Jalan Kedawung Malang Terbakar, PMK Butuh Sejam Padamkan Api
• UPDATE 4 Orang di Malang Positif Corona & 1 Pasien Sudah Meninggal, Ada 15 Orang Masuk PDP
• UPDATE Wabah Virus Corona di Malang, Jumlah ODP Jadi 137 Orang & PDP Ada 11 Pasien
Meski gerai telah ditutup, tetapi aktivitas perbelanjaan tetap berjalan normal.
Namun metode perbelanjaannya dialihkan melalui online dan private sale.
"Meski tutup, beberapa karyawan tetap masuk seperti biasa. Para karyawan itu tetap selalu aktif memberikan informasi kepada para pelanggan. Mereka menginformasikan meskipun gerai tutup, bisa berbelanja online atau private sale," jelasnya.
Ia menjelaskan bila ada masyarakat atau pelanggan ingin private sale tidak perlu bingung.
Karena dapat langsung menghubungi nomor kontak Sarinah Malang di 0341 326969 atau Marcomm Sarinah Malang di 087737289847
"Pelanggan dapat langsung menghubungi nomor tersebut. Nantinya dapat langsung datang ke Sarinah Malang. Dan nanti pegawai akan membuka gerai untuk pelanggan tersebut. Tetapi tetap jamnya dibatasi yaitu mulai pukul bebernya.
Meski begitu, tetap Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan Corona tetap dilakukan.
Dengan mengharuskan pelanggan atau masyarakat yang melakukan private sale memakai masker, cuci tangan, dan pengecekan suhu tubuh.
Dirinya juga mengungkapkan, virus corona juga berdampak terhadap omsetnya.
"Mulai tanggal 16 - 20 Maret, omset masih cukup bagus, masih bisa mencapai 75 persen. Namun tanggal 21 - 22 mendadak anjlok hingga 15 persen," tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar virus corona ini dapat segera selesai.
"Sehingga kehidupan dan perekonomian dapat kembali berjalan dengan normal," pungkasnya.
Penulis : Kukuh Kurniawan
Editor : Sudarma Adi