Virus Corona di Kabupaten Malang

UPDATE 4 Orang di Malang Positif Corona & 1 Pasien Sudah Meninggal, Ada 15 Orang Masuk PDP

Satgas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Kabupaten Malang menyampaikan data terbaru jumlah orang positif terjangkit virus corona.

UPDATE 4 Orang di Malang Positif Corona & 1 Pasien Sudah Meninggal, Ada 15 Orang Masuk PDP
Kompas.com
Ilustrasi penyebaran virus corona oleh orang-orang 

UPDATE 4 Orang di Malang Positif Corona & 1 Pasien Sudah Meninggal, Ada 15 Orang Masuk PDP

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satgas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Kabupaten Malang menyampaikan data terbaru jumlah orang positif terjangkit virus corona.

Melalui laman resminya pada Kamis (26/3/2020) ada 4 jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

1 pasien positif COVID-19  telah meninggal dunia. Sementara 3 pasien positif corona tengah dirawat.

UPDATE Wabah Virus Corona di Malang, Jumlah ODP Jadi 137 Orang & PDP Ada 11 Pasien

Pemkot Malang Siapkan Anggaran Rp 37 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pusat Perbelanjaan di Kota Malang Diimbau Tutup sampai 7 April 2020

Ada 40 orang masuk dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP). 38 orang diantaranya sedang dalam proses pemantauan. Sedangkan 2 orang, telah selesai pemantauan.

Di Kabupaten Malang total ada 15 pasien dalam pengawasan (PDP). 8 diantaranya masih dirawat. Sedangkan 7 lainnya telah pulang dan dinyatakan sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan, pelaksanaan Rapid Tes masih menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Apabila rapid test nanti sudah diterapkan, tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat yang menangani langsung pasien terpapar Covid -19 bakal mendapat prioritas.

"Jika itu sudah ada, yang paling prioritas adalah tenaga medis yang langsung berhubungan dengan pasien.  Satu persatu dari mereka akan ikut Rapid Test," ujar Arbani ketika dikonfirmasi, Kamis (26/3/2020).

Arbani menambahkan, orang yang berhak mendapat rapid test adalah warga yang berhubungan dengan pasien yang terpapar virus corona.

Pelaksanaan rapid test dilakukan tidak secera massal.

Testnya akan ditangani oleh rumah sakit dan puskesmas.

"Tidak dilakukan rapid test secara massal. Itu akan membuat kerumunan jadi beresiko," tutur Arbani. 

Penulis : Erwin Wicaksono

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved