Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ayah & Anak Tersesat 3 Hari di Hutan, Kronologi Tim SAR Sulit Evakuasi, Lihat Kondisi Saat Ditemukan

Penemuan ayah dan anak setelah tersesat 3 hari di hutan cukup memilukan, Tim SAR menyelamatkan mereka dalam kondisi trauma berat serta shock.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi hutan yang didatangi Tim SAR untuk menyelamatkan orang yang tersesat. 

Hardi sendiri merupakan penduduk Dusun Bangunsari II, Kampung.Alurselebu, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang.

Ayah dan anak ini hilang saat mencari kayu alim di hutan Baturong, Tamiang Hulu sejak Jumat (27/3/2020) siang.

Keberadaan keduanya sempat terdetekasi regu penolong karena pada hari kedua ponsel mereka masih terhubung.

Ketika itu kedua korban tidak bisa menjelaskan posisi keberadaan mereka sehingga menyulitkan tim penolong melakukan evakuasi.

Ilustrasi hutan belantara
Ilustrasi hutan belantara (Instagram)

Petugas sempat menyarankan keduanya menandai titik keberadaan dengan menyalakan api.

Hari ketiga pencarian petugas sempat putus komunikasi dengan korban karena lokasi pencarian sudah terlalu menjorok ke dalam hutan sehingga tidak ada sinyal telekomunikasi.

Namun sayup-sayup teriakan kedua korban sempat didengar petugas yang kemudian mengubah pola pencarian dengan membagi dua tim untuk melakukan penyisiran secara melingkar.

"Tadi ada anggota yang melaporkan kalau sempat mendengar sahutan suara dari korban.
Ini lagi diusahakan mencari sumber suara itu," kata Surya yang berharap bantuan doa dari masyarakat.

Tim SAR yang mengevakuasi warga setempat yang hilang saat cari kayu
Tim SAR yang mengevakuasi warga setempat yang hilang saat cari kayu (Tribun Jabar)

Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul menambahkan selain medan berat, kendala utama yang dihadapi regu penolong ialah tidak adanya sinyal ponsel.

Sebelumnya dia berharap kedua korban menuruti imbauan petugas untuk menandai lokasi dengan menyalakan api.

"Komunikasi kita dengan anggota di lapangan terputus karena tidak ada sinyal.”

“Kami berharap korban segera menyalakan api biar keberadaannya mudah dideteksi," kata Boy, sapaan akrab Khairul.

Ilustrasi Api
Ilustrasi Api ()

Boy menambahkan radius pencarian korban terbilang jauh karena memakan waktu tempuh lima jam.

Ayah dan anak yang hilang tersesat di hutan Aceh Tamiang disarankan memasang tanda dengan membakar api.

Keduanya tersesat di hutan Harumsari, Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, saat mencari kayu alim.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved