Ayah & Anak Tersesat 3 Hari di Hutan, Kronologi Tim SAR Sulit Evakuasi, Lihat Kondisi Saat Ditemukan
Penemuan ayah dan anak setelah tersesat 3 hari di hutan cukup memilukan, Tim SAR menyelamatkan mereka dalam kondisi trauma berat serta shock.
Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Saran itu disampaikan Kapolsek Tamiang Hulu Ipda Surya Dharma ketika ia berhasil berkomunikasi dengan Suwarno melalui ponsel, Minggu (29/3/2020) sore.
• Sule Sindir Raffi Ahmad Terpana Lihat Kemewahan di Rumah Anang Hermansyah dan Ashanty: Kalah
Dalam komunikasi itu, kedua korban memastikan dalam kondisi sehat, namun tidak bisa menjelaskan posisi mereka.
"Keduanya sehat, tapi mereka tidak bisa menjelaskan posisi mereka, ini membuat tim penolong kesulitan melakukan evakuasi," kata Surya.
Surya kemudian menyarankan keduanya manandai titik keberadaan dengan api.
Diharapkan kepulan asap yang dimunculkan dari api itu bisa dijadikan panduan bagi regu penolong untuk menjemput.

"Tapi sampai menjelang malam tadi belum terlihat kepulan asap. Mudah-mudahan besok ada kemajuan," kata Surya.
Seperti diberitakan sebelumnya lagi, Kapolsek Tamiang Hulu, Ipda Surya Dharma, mengatakan kedua korban berangkat ke hutan mencari kayu alim bersama Udin.
Namun saat dinyatakan hilang, kedua korban sudah berpisah dengan Udin.
"Ada keluarga teman mereka yang meninggal, jadi sempat turun.
Setelah itu kedua korban naik lagi ke hutan, kemudian tersesat sampai sekarang," lanjutnya.
Untuk malam ini pencarian yang melibatkan SAR, BPBD, TNI dan masyarakat dihentikan sementara karena sudah malam.
Pencarian ini akan langsung dilanjutkan besok pagi, Senin (30/3/2020).
"Dihentikan karena sudah malam, tapi ada tim yang disiagakan di kawasan hutan," tukas Surya.
Artikel ini telah tayang di Tribun Manado dalam judul Cari Kayu di Hutan, Bapak dan Anak Tersesat sampai Tiga Hari, Saat Ditemukan, Begini Kondisinya