Virus Corona di Malang

Petani Jambu Kota Batu Pilih Bertahan saat Pandemi Corona, Meski Kebun Panen Tapi Pemasaran Macet

Petani jambu kristal memilih bertahan di tengah wabah Corona meski kebun panen tapi pemasaran buah tersendat.

SURYA/BENNI INDO
Pekerja membersihkan jambu kristal yang baru saja dipanen di Bumiaji, Kota Batu, Senin (30/3/2020). Pandemi Covid-19 membuat pengiriman pasokan jambu kristal terhambat saat musim panen tiba. 

Pasalnya, ada pemberlakuan kebijakan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di beberapa kota, terutama DKI Jakarta, Bandung dan Surabaya.

"Terpaksa kami mengirim ke luar Jawa karena beberapa kota di Jawa menerapkan isolasi," kata Hardi.

Hardi mengatakan, sejauh ini dirinya hanya mengalami penurunan pemasukan, namun tidak sampai berada di titik kerugian.

"Semoga tidak sampai begitu, tapi kalau penurunan memang ada," terangnya.

Rencana Rahasia Jerman Akhiri Covid-19, Fakta Adanya Perjanjian Mitra Eropa ‘Supaya Tidak Sia-sia’

Permintaan keluar Jawa menjadi pilihan. Tujuannya antara lain Pulau Kalimantan dan Makassar. Permintaannya pun meningkat dibanding kondisi normal.

Meskipun permintaan keluar Jawa meningkat, namun pengiriman ke beberapa kota di Pulau Jawa masih lebih banyak.

Di tengah kondisi seperti ini, Hardi berharap ada solusi dari pemerintah agar dapat menyelamatkan para petani di Kota Batu.

Menurutnya, pemerintah perlu membuat mekanisme agar jaminan keberlangsungan usaha di Kota Batu aman.

WHO Tegaskan Virus Corona atau Covid-19 Tidak Menular Lewat Udara, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Kota Batu juga perlu memiliki gudang untuk menyimpan pasokan ketahanan pangan.

Kata Hardi, dapam kondisi seperti saat ini aspek ketahanan pangan sangat penting.

Halaman
1234
Penulis: Benni Indo
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved