Virus Corona di Surabaya

Risiko Reinfeksi pada Pasien Corona yang Sembuh, Kata Dokter RS Unair: Daya Tahan Tubuh Dijaga

Direktur RS Universitas Airlangga mengingatkan kasus reinfeksi, yakni pasien yang sudah sembuh bisa kembali terinfeksi.

Shutterstock
Ilustrasi virus Corona dan gejala terinfeksi Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah di Indonesia, tetapi jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga mulai terlihat.

Menurut Direktur RS Universitas Airlangga (Unair), Prof dr Nasronudin, pasien Covid-19 atau Corona dinyatakan sembuh setelah kondisi fisik sehat setelah perawatan.

Atau pasien positif yang sehat dan melewati 14 hari masa isolasi.

VIRAL Nenek Jalan Kaki 4,5 Jam Demi Datangi Suami Positif Corona, Kota Dikarantina, Lihat Endingnya

"Mereka juga harus diswab dua kali, seminggu setelah sehat dan dua hari setelahnya, hasilnya harus negatif," ujarnya pada TribunJatim.com.

Hal ini juga berlaku bagi pasien positif tanpa keluhan yang menjalani isolasi di rumah selama 14 hari.

Dengan pengawasan puskesmas, kondisi kesehatan pasien positif selalu dalam pengawasan meskipun isolasi di rumah.

Al Ghazali Bakal Nikah Muda sama Alyssa Daguise, Calon Besan Ahmad Dhani & Maia Ternyata CEO Sukses

VIRAL Kapolsek Gelar Resepsi saat Corona, Nasib Jabatan Kini Pilu, Mempelai Wanita Bukan Sosok Biasa

"Cara kerja virus pada umumnya saat sudah pernah menyerang tubuh akan membuat antibodi. Paling tidak tubuh akan lebih siap saat virus itu menyerang," urainya.

Namun, Prof Nasron, sapaan akrabnya, juga mengingatkan adanya kasus reinfeksi di Wuhan.

Yaitu pasien yang sudah sembuh akan kembali terinfeksi saat daya tahan tubuhnya tidak baik.

Kebijakan Mas Ipin Tangani Covid-19 di Trenggalek, Saldo Dompet Elektronik hingga Pembebasan Pajak

"Kalau kekebalan tubuhnya baik, tidak semua orang terinfeksi. Kalaupun terinfeksi tidak berat. Maka daya tahan tubuh harus terus dijaga dengan gaya hidup sehat. Supaya tidak rentan terinfeksi," urainya.

Infeksi ini juga akan meningkat peluangnya pada orang yang sering terpapar.

Sehingga bisa saja orang akan dalam kondisi sehat saat beberapa kali bertemu atau terpapar virus.

"Tapi semakin banyak paparan, semakin besar risiko terinfeksi. Makanya tenaga kesehatan punya risiko tinggi," pungkasnya.

Daftar 17 Hotel di Malang dan Batu Tutup Sementara per 1 April 2020, Imbas Pandemi Virus Corona

Penulis: Sulvi Sofiana

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved