Cermat Ambil Langkah Atasi Nyeri Lutut Berkepanjangan
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Hip and Knee Mayapada Hospital Surabaya, dr Dwikora, mengatakan, operasi bukanlah pilihan utama atasi nyeri lutut.
TRIBUNJATIM.COM - Nyeri lutut menjadi salah satu keluhan yang banyak dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di kota besar seperti Surabaya, terutama mereka yang berusia menengah hingga lansia. Baik akibat osteoartritis maupun faktor lainnya.
Nyeri lutut sebenarnya dapat ditangani dengan berbagai pendekatan secara bertahap, mulai dari metode konservatif hingga tindakan bedah, yang hanya direkomendasikan jika kondisi tidak kunjung membaik.
Seperti dijelaskan oleh Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Hip and Knee Mayapada Hospital Surabaya, Prof DR dr Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K).
Dia mengatakan, operasi bukanlah pilihan utama saat pasien datang dengan keluhan nyeri lutut.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik, rontgen, hingga MRI jika diperlukan, untuk memastikan terlebih dahulu apa penyebab nyeri lutut yang dialami pasien,” ungkapnya, dalam keterangan yang diterima pada Senin (8/9/2025).
Penanganan nyeri lutut yang dilakukan oleh Prof Dwikora merupakan bagian dari layanan unggulan Orthopedic Center Mayapada Hospital Surabaya, yang dikenal dengan pendekatan penanganan yang cermat dan akurat, mulai dari konsultasi awal, pemeriksaan penunjang, hingga evaluasi lanjutan.
Pendekatan yang dilakukan selalu menyesuaikan kondisi pasien, sekaligus menentukan terapi yang paling sesuai dan aman.
Pemeriksaan awal merupakan tahap yang sangat penting karena lebih dari 70 persen kasus nyeri lutut ringan hingga sedang dapat membaik tanpa operasi, melalui terapi fisik, latihan penguatan otot, perubahan gaya hidup, atau penggunaan obat anti-inflamasi.
“Tindakan operasi biasanya direkomendasikan jika nyeri sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak membaik setelah 3 hingga 6 bulan perawatan konservatif, atau ketika ditemukan kerusakan serius seperti robekan meniskus atau osteoartritis lanjut,” ujar Prof Dwikora.
Jika tindakan operasi dibutuhkan, Mayapada Hospital Surabaya menyediakan prosedur bedah dengan pendekatan minimal invasif, seperti artroskopi dan total knee replacement, yang kini didukung dengan teknologi VELYS Robotic-Assisted Solution dengan tingkat akurasi yang tinggi, sayatan lebih kecil, pemulihan yang lebih cepat, dan hasil jangka panjang yang lebih baik.
Tidak hanya itu, peran fisioterapi juga sangat krusial dalam proses pemulihan.
Program rehabilitasi yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri hingga 50 persen dalam tiga bulan dan bahkan mencegah perlunya tindakan bedah pada sebagian besar kasus.
Jika nyeri lutut mulai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi ke rumah sakit guna mencegah kondisi semakin memburuk.
Layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital Surabaya dapat menjadi pilihan terpercaya dalam menangani berbagai masalah pada tulang, sendi, dan otot dengan perawatan yang menyeluruh dan berstandar internasional, mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan, hingga terapi dan perawatan pasca-tindakan.
“Kami percaya bahwa inovasi yang dihadirkan di Mayapada Hospital Surabaya akan secara signifikan meningkatkan patient experience (pengalaman pasien), menjamin patient safety (keselamatan pasien) secara menyeluruh, serta memperluas akses terhadap layanan ortopedi berstandar internasional, khususnya dalam menangani keluhan nyeri lutut yang kian banyak dialami masyarakat," ujar Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr Bona Fernando, M.D., FISQua.
Mayapada Hospital Surabaya
dr Dwikora Novembri Utomo
Surabaya
dr Bona Fernando
mengatasi nyeri lutut
TribunJatim.com
berita Jatim terkini
Tribun Jatim
Berita Surabaya Terkini
| Siswi Jadi Tersangka Setelah Membela Ayahnya yang Dikeroyok, Polisi Ungkap Duduk Perkara |
|
|---|
| Jelang Muktamar NU, Gus Salam Nyatakan Siap Nyalon Ketua Umum PBNU |
|
|---|
| 2 Syarat Iran untuk Perundingan Damai dengan AS, Negosiasi Batal Jika Tak Dipenuhi |
|
|---|
| Lima Tahun ODGJ Hidup Sebatang Kara, Warga Pandanpancur di Lamongan Desak Penanganan Medis |
|
|---|
| Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penimbunan LPG 3 Kg di Lumajang, 3 Saksi Diperiksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ILUSTRASI-NYERI-LUTUT-Dokter-Spesialis-Ortopedi-Konsultan-Hip-and-Knee-Mayapada-Hospital-Surabaya.jpg)