Virus Corona di Magetan

Jenazah DS/72 PDP Covid-19 di Magetan Dimakamkan Sesuai Standar

Darmo Supadi (DS/72), punya riwayat sakit jantung dan sesak nafas, namun saat dirujuk keluarganya ke rumah sakit, dinyatakan positif Corona virus dis

medscape.com dan Sky News via Tribun Jabar
Ilustrasi pasien yang terinfeksi virus Corona di China. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pasien (DS/72), punya riwayat sakit jantung dan sesak nafas, namun saat dirujuk keluarganya ke rumah sakit, dinyatakan positif Corona virus disease atau Covid-19. Anehnya, meski dinyatakan positif Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hingga meninggal, hasil laboratorium belum keluar.

"Almarhum Pasien (DS/72 ini sejak lama pumya riwayat sakit jantung dan sesak nafas. Tahunya almarhum terpapar virus Corona atau Covid-19, setelah dirujuk ke rumah sakit," kata Rastih, tim medis yang mengawal pemakaman jenazah kepada Surya, di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (4/4) siang.

Menurut Rastih, kendati dinyatakan terjangkiti virus Corona atau Covid-19, namun hasil swab (pemeriksaan hidung dan tenggorokan) dari laboratorium yang menyatakan positif terjangkiti corona virus disease (Covid 19) belum keluar.

"Status PDP kemungkinan baru dari tanda tanda yang dikeluhkan, kalau hasil tes swab (tenggorongan hidung dan tenggorokan) dari laboratorium sampai jenazah dimakamkan ini belum keluar," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

UPDATE CORONA di Sidoarjo Jumat 3 April 2020, 5 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, 8 Sembuh

Dampak Penyebaran Virus Corona, Pariwisata di Jatim Drop, Hotel dan Restauran Banyak yang Tutup

Dampak Virus Corona, Konsumsi BBM Turun dan Konsumsi LPG Naik Dalam Satu Minggu Terakhir

AlmarhumPasien (DS/72), tambah Rastih, saat dimakamkan menggunakan Standar Operasional Prosedur
(SOP) PDP Covid-19 lengkap yang dilakukan petugas dari Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan.

"Jenazah dari rumah sakit langsung di makamkan, tanpa diistirahatkan atau mampir di rumah duka. Begitu juga anggota keluarga yang mengantar ke pemakaman hanya beberapa orang," katanya.

Seperti tetlihat, sejak ambulan yang mengangkut jenazah DS memasuki area pemakaman, petugas dari BPBD Kabupaten Magetan langsung berhamburan menyemprot mobil jenazah itu dengan cairan disinfektan.

Tidak tanggung tanggung, empat orang petugas BPBD yang ditugasi meyemprotkan cairan disinfektan ke sekujur body mobil, hingga ke dalam interior dan peti jenazah. Bahkan, peti jenazah yang membungkus jenazah DS itu mulai keluar dari ambulan hingga ke liang lahat tak luput dari semprotan disinfektan.

Seluruh petugas yang terlibat pemakan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju layaknya yang dipakai astronot berwarna putih putih. Sedang bagian penggali kubur menggunakan baju plastik mirip jas hujan.

Kendati semua yang terlibat pemakaman memakai baju astronot, tapi petugas dati BPBD terus melakukan semprotan mulai jemazah dikeluarkan dari pintu belakang mobil yang mengangkutnya, masuk liang lahat hingga pengurukan selesai.

Sesuai data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, almarhum Pasien (DS/72 warga Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan ini diluar delapan orang positif PDP virus Corona atau Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, meski masih harus isolasi mandiri sambil menunggu observasi lanjut.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved