Virus Corona di Surabaya
Curhat Pasien Covid-19 Sembuh Seusai Diisolasi 3 Pekan di RSUD Dr Soetomo, Awalnya Remehkan Corona
Inilah cerita pasien Covid-19 sembuh setelah diisolasi 3 pekan di RSUD Dr Soetomo. Mulanya dirinya meremehkan soal Corona.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur menjadi penyumbang tertinggi tingkat kesembuhan kasus Covid-19 secara nasional.
Per hari ini, Jumat (10/4/2020), dari 256 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur ada sebanyak 63 pasien dinyatakan terkonversi negatif atau sembuh.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan video call dengan satu di antara pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
• UPDATE CORONA di Jatim Jumat 10 April, Ada Tambahan 33 Kasus, Positif Covid-19 Melonjak 256 Orang
Pasien yang sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo tersebut dinyatakan sembuh setelah dirawat selama tiga minggu.
Pria yang melakukan video call tersebut dipanggil oleh Gubernur Khofifah dengan panggilan Bagus.
Ia menyampaikan, kisahnya begitu divonis positif Covid-19 hingga melakukan perawatan sampai sembuh.
• Pengakuan Krisdayanti soal Hubungan Aurel-Azriel & Raul, Alasan Anak Tinggal dengan Anang Dibongkar
• Permintaan Tulus Aurel Hermansyah ke Anang-Krisdayanti Jika Ia Nikah, Sosok Raul Lemos Disinggung
“Perasaan saya waktu awal-awal divonis positif terinfeksi Corona, saya takut. Lalu saya dibawa ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan,” ucap Bagus.
“Gejala yang saya rasakan saat itu adalah sekujur badan terasa lemas dan saya juga mengalami sesak nafas,” urainya.
Begitu dirawat di rumah sakit plat merah tersebut Bagus bahkan masuk dalam pasien yang dirawat dengan kondisi yang cukup berat.
• Aturan Ketat Warga Mau Masuk ke Jember saat Pandemi Corona, Putar Balik atau Isolasi 14 Hari di JSG
Ia harus diisolasi dan harus dipasangi alat bantu ventilator atau alat bantu pernafasan.
Selama tiga pekan dirawat ia mengaku puas dengan pelayanan rumah sakit rujukan utama RSUD Dr Soetomo dalam merawat pasien Covid-19.
Selama dirawat di ruang isolasi ia mengaku mendapatkan penjagaan 24 jam dan sangat disiplin.
Namun ia bersyukur dirinya bisa survive dan bisa sembuh.
• Daftar 4 Jalan di Pamekasan Terapkan Physical Distancing Cegah Corona, Warga Diminta Tetap di Rumah
“Saya terima kasih bapak Joni selaku Dirut yang melayani dengan baik pasien pasiennya. Saya juga dirawat oleh dr Sudarsono. Intinya pada saat dirawat suasana saya sangat diperhatikan,” ucapnya.
Tak hanya bervideo call dengan Bagus, namun dalam sambungan video call itu Gubernur Khofifah juga turut berdialog dengan sang istri Bagus, yang ia sapa dengan sebutan Bu Bagus.
Sang istri Bagus itu mengatakan, pihak keluarga berharap masyarakat yang lain aware dalam melakukan physical distancing untuk mencegah penularan Covid-19.
Sebab, ia mengaku suaminya bisa tertular Covid-19 juga karena meremehkan corona.
• Kebijakan Pemkab Tulungagung di Tengah Pandemi Corona, Minimarket hingga Mall Diizinkan Buka 24 Jam
“Pesan kami kami adalah tolong yang lain disiplin dalam melakukan physical distancing dan melakukan pencegahan yang lain. Karena suami saya juga kena gara-gara meremehkan, tidak pakai masker. Kami pesan yang lain sering-serinah cuci tangan dan jangan keluyuran di luar rumah,” tegas istri Bagus.
Di akhir video call, Khofifah menyampaikan ucapan selamat pada Bagus karena sudah dinyatakan sembuh.
Selain itu ia juga memberikan apresiasinya pada para tenaga medis, dokter, perawat hingga sanitarian yang telah memberikan dedikasi terbaiknya dalam merawat pasien Covid-19.
“Tentu kita semua menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan baik para dokter, tenaga medik maupun paramedik, dan kepada semua yang sudah memberikan profesionalisme dan dedikasi terbaiknya untuk memberikan layanan merawat pasien baik yang positif Covid-19 maupun yang PDP,” ucap Gubernur Khofifah.
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati