Breaking News:

Kelakuan 2 Residivis Seusai Diberi Asimilasi, Lagi-lagi Jambret Tas di Surabaya, Tak Kapok Masuk Bui

Tim Reskrim Polsek Tegalsari mengamankan dua residivis jambret tas program asimilasi di Surabaya.

SURYA/FEBRIANTO RAMADANI
Dua residivis jambret tas, M Bahri (25) dan Yayan (23) diamankan Tim Reskrim Polsek Tegalsari bersama barang bukti berupa sepeda motor, Rabu (15/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Reskrim Polsek Tegalsari mengamankan dua residivis jambret program asimilasi, Kamis (9/4/2020) pukul 16.30 WIB, di Jalan Raya Darmo, Kota Surabaya.

Diketahui, kedua pelaku bernama itu bernama M Bahri (25), asal Jalan Gundih Surabaya, dan Yayan (23) warga Jalan Margorukun Surabaya.

Pelaku yang melancarkan aksinya di depan bank swasta tersebut dikejar oleh petugas kepolisian.

Napi Berulah Kala Diberi Asimilasi Efek Corona, Hukuman Khusus Siap Menanti, Dikurung di Sel Isolasi

Bersama masyarakat sekitar, polisi berhasil mengamankan kedua pelaku di Jalan Kapuas.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Ipda I Gede Made Sutayana mengatakan, barang bukti yang diamankan adalah sepeda motor dan tas milik korban yang sudah dilempar ke pelaku lainnya yang kini sedang dilakukan pengejaran.

Berdasarkan pengakuan dari pelaku, residivis tersebut sudah melakukan tindak pidana yang sama di 2017, dan divonis 5 tahun.

BOCOR Rekaman Rahasia Situasi RS saat Corona, Mayat Berserak & Tak Layak, Potret Kewalahan Memilukan

TERKUAK Mayat Berserakan Tak Layak di Rumah Sakit, Usai Rekaman Rahasia Situasi RS saat Corona Bocor

Pelaku sudah menjalani hukuman di Lapas Lamongan kurang lebih 2 tahun.

"Sedangkan sisa tahanan dipotong dengan program asimilasi akibat virus Covid-19 (Corona). Sehingga, mereka menghirup udara bebas pada (3/4/2020)," ujarnya dalam pres rilis, Rabu sore (15/4/2020).

Pasal yang diterapkan oleh kedua tersangka yakni pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman penjara 9-12 tahun.

KUMPULAN BERITA KRIMINAL JATIM Residivis Diberi Asimilasi Imbas Pandemi Corona Malah Berulah Lagi

"Pelaku melihat situasi terlebih dahulu. Kemudian, yang bersangkutan mengambil tas dengan paksa. Korban waktu itu sempat jatuh dan meminta tolong. Kebetulan anggota kami di lapangan dengan sigap melakukan penangkapan bersama warga," ungkapnya.

Ipda I Gede Made Sutayana mengimbau kepada masyarakat, tetap menjaga kebersihan dan selalu memakai masker.

"Untuk Kamtibmas di wilayah Surabaya tetap waspada. Kalau keluar, jangan sendirian, harus ditemani oleh temannya. Kalau ada kejadian yang tidak diinginkan, maka temannya bisa membantu menghubungi pihak berwajib," tegasnya.

Napi Bebas dari Program Asmiliasi Berulah, Curi Motor di Toko Modern Kota Malang, Saya Kebingungan

Penulis: Febrianto Ramadani

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved