Surat Edaran Menteri Agama Jadi Acuan, Warga Blitar Diminta Salat Tarawih di Rumah Selama Ramadan

Pelaksanaan ibadah Ramadan di Kota Blitar akan mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Plt Wali Kota Blitar, Santoso. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pelaksanaan ibadah Ramadan di Kota Blitar akan mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama.

Sesuai SE Menteri Agama menyebutkan masyarakat diminta melaksanakan salat tarawih dan tadarus saat Ramadan di rumah masing-masing selama masa darurat pandemi virus Corona atau Covid-19.

Plt Wali Kota Blitar Santoso mengatakan sudah menggelar rapat koordinasi dengan Forpimda, MUI, dan FKUB untuk menindaklanjuti SE Menteri Agama terkuat pelaksanaan ibadah Ramadan di masa pandemi virus Corona.

Imbas Covid-19, 1.040 KK di Kota Blitar Menerima BLT Sebesar Rp 600 Ribu/Bulan dari Kemensos

Ada Wabah Corona, Dispendukcapil Kota Blitar Tidak Layani Perekaman e-KTP

BERITA TERPOPULER JATIM: Harga Ayam Pedaging di Blitar Anjlok hingga Cara Cek Sebaran Virus Corona

Menurutnya, dari hasil rapat, pelaksanaan ibadah Ramadan di Kota Blitar akan mengacu SE Menteri Agama. "Untuk detailnya, kami masih menunggu surat edaran dari MUI Kota Blitar. Prinsipnya, kami mengacu SE Menteri Agama," kata Santoso, Kamis (16/4/2020).

Dikatakannya, dalam SE Menteri Agama mengatur beberapa poin pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan. Salah satunya, masyarakat diminta menyelenggarakan salat tarawih dan tadarus di rumah masing-masing.

"Sesuai SE seperti itu, kita akan melaksanakan sambil mencermati situasi perkembangan pandemi virus Corona," ujarnya.

Kasi Binmas Islam Kantor Kemenag Kota Blitar, Masrur mengatakan pelaksanaan ibadah Ramadan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Menteri Agama sudah mengeluarkan SE Nomor 6 Tahun 2020 terkait pelaksanaan ibadah Ramadan di masa darurat pandemi Covid-19.

Dalam SE itu menyebutkan, masyarakat tetap diminta melaksanakan ibadah puasa. Tetapi, untuk kegiatan salat tarawih, masyarakat diminta melaksanakan di rumah masing-masing.

"Karena keadaan, masyarakat dimohon tetap melaksanakan puasa, tapi untuk kegiatan salat tarawih dan tadarus dilaksanakan di rumah," katanya.

Dikatakannya, SE Menteri Agama itu berlaku sampai ada aturan baru yang mengatur lebih lanjut atau sesuai kebijakan yang dikeluarkan daerah masing-masing. Tapi, dia berharap daerah mematuhi SE Menteri Agama tersebut.

"Tiap daerah, tingkat kasusnya (Covid-19) beda-beda. Daerah yang merasa aman bisa melaksanakan salat tarawih bersama di masjid dengan menerapkan protap pencegahan penyebaran Covid-19. Tapi, harapannya semua mematuhi SE itu," katanya

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved