Virus Corona di Jember

Takut Dikarantina, Pria ODP Corona Jember Ini Kabur dari Tempat Isolasi, Nasibnya Bikin Resah Warga

Warga yang kabur itu merupakan warga Kecamatan Ledokombo. Dia bersama empat orang lain dikirimkan ke JSG untuk menjalani isolasi pada Rabu (15/3/2020)

TRIBUNJOGJA.COM
Ilustrasi kabur 

TRIBUNJEMBER.COM, JEMBER - Seorang warga yang menjalani isolasi di Jember Sport Garden (JSG) kabur.

Tetapi Kamis (16/4/2020) malam, warga tersebut berhasil ditemukan di lokasi persembunyian dan dibawa kembali ke JSG.

Warga yang kabur itu merupakan warga Kecamatan Ledokombo Jember. Dia bersama empat orang lain dikirimkan ke JSG untuk menjalani isolasi pada Rabu (15/3/2020).

Kejari Jember Musnahkan Ribuan Butir Okerbaya

BPJS Jember Pastikan Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Ditanggung BPJS Kesehatan

Pasien Covid-19 Lumajang Meninggal Dunia Saat Isolasi Mandiri di Rumah, Tes Swab Terakhir: Negatif

Kelima orang tersebut diisolasi di JSG karena melakukan kontak erat dengan seorang pasien positif virus Corona yang meninggal dunia pekan lalu.

Laki-laki tersebut dilaporkan kabur pada Kamis (16/4/2020) siang saat menjalani pemeriksaan kesehatan di JSG. Lelaki itu kabur ke rumah saudaranya di Desa Curahtakir Kecamatan Tempurejo.

Warga Desa Curahtakir yang mengetahui ada warga yang kabur dari tempat isolasi JSG langsung resah. Keresahan warga itu diketahui oleh pihak Polsek Tempurejo.

Akhirnya polisi desa setempat bersama petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) Curahtakir mendatangi rumah yang dijadikan lokasi sembunyi orang dalam pemantauan (ODP) tersebut. Polisi dan petugas Pustu memberikan pemahaman kepada ODP tersebut.

"Setelah diberi pemahaman, akhirnya dia mau dijemput dan diantarkan kembali ke JSG. Dia takut dengan istilah karantina," ujar Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto kepada wartawan, Jumat (17/4/2020).

ODP itu dijemput dan diantarkan ke JSG memakai mobil ambulans. Setelah ODP itu diantarkan ke JSG, petugas memeriksa warga yang rumahnya sempat didatangi oleh ODP tersebut. Petugas juga menyemprotkan disinfektan di rumah warga tersebut.

Petugas juga memberikan pemahaman kepada warga Desa Curahtakir untuk tidak panik, namun tetap waspada. "Kami imbau warga untuk tetap tenang, tidak usah panik, namun tetap waspada," imbuh Tanto.

Seperti diberitakan pada Rabu (15/4/2020) lalu, Muspika Ledokombo mengirimkan lima orang warga dari sebuah desa di Kecamatan Ledokombo untuk menjalani isolasi di JSG. Ini menyusul adanya warga yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona. Dia adalah warga pendatang asal Papua. Namun warga yang dinyatakan positif terpapar Virus Corona itu sudah meninggal dunia dan dimakamkan pekan lalu.

Sebelum dirawat di rumah sakit, dan akhirnya meninggal dunia, orang tersebut melakukan kontak erat bersama lima orang tersebut. Sebab warga dari Papua itu tinggal di salah satu rumah warga tersebut. Kelima orang yang melakukan kontak erat dengan pasien tersebar tinggal di tiga rumah. Ketiga rumah itu berdekatan.

Setelah adanya hasil pemeriksaan swab terhadap pasien yang meninggal, dan ternyata pasien itu dinyatakan terpapar Virus Corona, warga petugas langsung melakukan pelacakan siapa saja yang kontak erat dengan pasien tersebut. Hasilnya ada lima orang tersebut. Kelimanya lantas dikirimkan ke JSG untuk menjalani isolasi dan pemantauan intensif oleh petugas.

Namun ternyata, salah satu orang dari kelima orang itu kabur dari JSG, dan dijemput kembali setelah beberapa jam dia kabur.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved