Virus Corona di Kota Blitar

Gelombang Pertama, Hanya 7 Warga Kota Blitar yang Lolos Program Kartu Prakerja

PTSP Kota Blitar, Suharyono mengatakan masih banyak warga Kota Blitar yang tidak lolos pendaftaran program kartu prakerja di gelombang pertama.

SURYA/SAMSUL HADI
Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar, Suharyono. 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Blitar, Suharyono mengatakan masih banyak warga Kota Blitar yang tidak lolos pendaftaran program kartu prakerja di gelombang pertama.

Dari 60 pendaftar kartu prakerja gelombang pertama di Kota Blitar, hanya tujuh orang yang dinyatakan lolos mendapat program itu.

Menurutnya, banyak warga yang tidak lolos pendaftaran kartu prakerja karena ketidaktahuan soal program pelatihan yang dipilih.

"Program pelatihan yang disediakan kurang jelas, tidak nyambung dengan yang dibutuhkan masyarakat di daerah. Misalnya, ada yang daftar pilih materi kursus bisnis jajan rumahan, tapi mitranya dari pintaria, kan tidak nyambung. Akhirnya tidak lolos," kata Suharyono, Senin (20/4/2020).

BERITA TERPOPULER JATIM: Program Pra Kerja Dibuka hingga Geger Dokter Positif Corona di Tulungagung

VIRAL VIDEO Moge Kebut-kebutan saat Masa PSBB karena Corona, 2 Pemotor Ditindak, Bukti Empati Kurang

Pendaftaran BLT Bagi Perantau asal Trenggalek Ditutup 21 April, Peminatnya Sudah 7800, Link di Sini!

Selain itu, kata Suharyono, jenis pelatihan yang disediakan di program kartu prakerja juga tidak terlalu banyak. Hanya sekitar sembilan jenis pelatihan. Model pelatihannya juga mirip dengan konten di YouTube.

"Kalau seperti itu, mereka belajar sendiri di internet bisa," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Dikatakannya, jenis pelatihan yang banyak justru di sistem informasi ketenagakerjaan (Sisnaker) milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Ada 1.041 jenis pelatihan yang disediakan di Sisnaker.

"Mitra pelatihan di Sisnaker juga ada yang dari daerah. Misalnya di Kota Blitar ada CV Senditama yang menjadi mitra pelatihan Kemenaker. Seharunya mereka masuk program pelatihan di Kemenaker," katanya.

Tak hanya itu, menurutnya, warga juga kesulitan mengakses website pendaftaran program kartu prakerja. Warga mengeluh website kartu prakerja lemot saat hendak mendaftar.

"Karena yang mengakses banyak akhirnya websitenya lemot," katanya kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved