Virus Corona di Trenggalek

Pengunjung Warkop di Trenggalek Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

melakukan rapid test kepada para pengunjung beberapa warung kopi di Kabupaten Trenggalek, Rabu (22/4/2020) malam.

ISTIMEWA
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ketika memaparkan status sembuh pasien 01 Covid-19 atau Corona di Trenggalek, Selasa (21/4/2020). 

 
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Tim gabungan pencegahan virus Corona atau Covid-19 melakukan rapid test kepada para pengunjung beberapa warung kopi di Kabupaten Trenggalek, Rabu (22/4/2020) malam.

Setidaknya, empat warung kopi di kawasan Jalan Brigjen Soetran menjadi sasaran pelaksanaan rapid test ini.
Sebanyak 36 pengunjung warung didata dan dites diagnostik cepat virus Corona atau Covid-19 itu.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin yang memimpin pelaksanaan rapid test mengatakan, pengetesan ini sebagi bagian dari operasi cipta kondisi untuk mendisiplinkan masyarakat yang masih berkerumun.

"Kita sama-sama tahu, pandemi virus Corona atau Covid-19 ini semakin lama tidak semakin melunak, malah justru banyak yang terjangkit. Dan kita tidak tahu risiko ini ada di mana," ujar Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Ia bilang, sejak lama tim gabungan mengimbau agar warga tak berkerumun untuk memutus mata rantai penyebaran corona.

"Ternyata semakin hari semakin banyak, dan kami ingin memitigasi risiko. Apakah ada resiko penyebaran dengan melakukan rapid test di beberapa tempat," tuturnya.

Jelang Ramadan, Inilah 4 Tips Menata Keuangan Yang Baik dan Benar Saat PSBB

VIRAL Reporter Wanita Buat Tutorial Potong Poni saat WFH Corona, Salfok sama Sosok Suami Lagi Mandi

Amerika Sebut China Sembunyikan Data Super Penting Soal Corona: Ada Virus Baru yang Berbahaya

Rapid test pada seluruh pengunjung menunjukkan hasil negatif Covid-19.

"Hasilnya masih ada satu yang kami lakukan pendalaman. Namun setelah kami rapid test ulang, alhamdulillah negatif," ucapnya.

Sementara Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, pihaknya akan terus memantau titik-titik keramaian yang ada di Trenggalek.

"Kami himbau semua untuk tidak berkerumun, dan kalau bisa beli langsung dibawa pulang. Tapi faktanya sudah berapa kali kita himbau namun masih ada yang berkerumun," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Untuk itu, pemantauan bakal digelar lebih intens dan lebih luas selama masa pandemi virus Corona atau Covid-19. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved