Virus Corona di Jatim

Undang Para Hafiz ke Grahadi, Gubernur Khofifah Minta Doa 'Semoga Badai Covid-19 Segera Berlalu'

Undang hafiz-hafizah ke Gedung Negara Grahadi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa minta doa badai Corona segera berlalu.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Gubernur Khofifah memberikantunjangan kehormatan kepada para hafidz atau Penghafal Al-Qur'an di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (23/4/2020) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengundang para hafiz-hafizah atau penghafal Al-Qur'an ke Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (22/4/2020).

Dalam kesempatan itu Khofifah memberikan tunjangan kehormatan kepada para hufaz yang selama ini telah mengabdikan diri dalam pendidikan dan pengembangan tilawatil Quran di Jatim.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan saat ini Jawa Timur dan Indonesia tengah menghadapi ujian wabah Corona (Covid-19).

Sindiran Menohok Irfan Hakim ke Atta, Singgung Soal Ria Ricis & Aurel: Hidup Lo Semuanya Settingan

Curhat Ibu Atta Halilintar Soal Hubungan Anaknya & Aurel, Tak Direstui? 1 Permintaan Soal Masa Depan

Bahkan khusus di Surabaya, seluruh kecamatannya sudah terkonfirmasi ada pasien positif Covid-19 sehingga Menkes menyetujui usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan bersama Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.

"Kami memohon tambahan do’a dari para hufaz, mudah-mudahan badai Covid-19 ini segera berlalu,” tutur Khofifah.

Permohonan doa tersebut, lanjut Khofifah bukan hanya ditujukan kepada para hufaz yang saat itu hadir di Grahadi tapi juga yang berada dalam jaringan silaturahmi para hafiz-hafizah.

Amerika Sebut China Sembunyikan Data Super Penting Soal Corona: Ada Virus Baru yang Berbahaya

5 Menu Sahur Super Kilat untuk Anak Kost selain Mie Instan, Tetap Penuhi Kebutuhan Energi saat Puasa

Khofifah mengakui, banyak negara seperti Italy yang terkenal dengan layanan kesehatannya baik akhirnya juga kewalahan dalam menghadapi Covid-19. Amerika Serikat juga demikian.

“Dan dua hari lalu, kami mendapat kabar dari Malaysia bahwa ada 43 santri dari Ponpes Temboro itu positif Covid-19. Itu artinya, bahwa Corona ini tidak milih-milih siapa atau siapa. Virusnya tidak jalan, tapi orang yang membawa virus ini jalan ke mana-mana,” tutur Khofifah.

Untuk itu Khofifah kembali mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk para hufaz ikut mendoakan agar Covid-19 ini segera diangkat dari muka bumi.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setdaprov Jatim Hudiyono menambahkan, pemberian tunjangan kehormatan ini telah disalurkan sejak 2015 hingga 2020.

Total penerima tunjangan kehormatan ini telah mencapai 4.100 hufaz dengan nilai Rp 250 ribu per bulan.

“Tunjangan telah diberikan secara merata kepada hufaz di 36 kabupaten/kota. Tinggal dua daerah yang saat ini belum mendapat tunjangan kehormatan ialah Ngawi dan Kota Batu.  Karena itu, tahun ini kita akan fokuskan untuk pemberian tunjangan pada Kabupaten Ngawi dan Kota Batu,” tutur Hudiyono yang juga Ketua II Lembaga Pengembangan dan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jatim.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved