Virus Corona di Blitar

Pantau Ketat Pemudik yang Nekat Pulang Kampung, Pemerintah Dirikan Check Point di Pintu Masuk Blitar

Pemkot Blitar akan memaksimalkan pos terpadu di terminal dan stasiun untuk memantau pemudik yang nekat pulang kampung di tengah pandemi virus Corona.

SURYA/DAVID YOHANES
ILUSTRASI - Calon penumpang berebut masuk bus yang baru datang di Terminal Gayatri Tulungagung, Minggu (9/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemkot Blitar memperketat pemantauan terhadap pemudik setelah ada larangan mudik yang dikeluarkan Presiden RI Joko Widodo, untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Pemkot Blitar akan memaksimalkan pos terpadu di terminal dan stasiun untuk memantau pemudik.

Selain itu, Pemkot Blitar juga bekerja sama dengan Pemkab Blitar dan polisi untuk membuat check point di pintu masuk Kabupaten Blitar.

Ratusan Paket Sembako dan Ribuan Nasi Bungkus Siap Dibagikan pada Warga Terdampak Covid-19 di Blitar

Tahlilan Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Tulungagung, Satgas Temukan 12 Orang Positif

"Karena posisi Kota Blitar di dalam Kabupaten Blitar, maka check point berada di pintu masuk kabupaten. Itu hasil rapat Forpimda gabungan Kota Blitar dan Kabupaten Blitar," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo, Jumat (24/4/2020).

Hakim Sisworo mengatakan, Polres Blitar Kota akan membuat tiga lokasi check point di pintu masuk Kabupaten Blitar. Yaitu, di wilayah Ponggok, Udanawu, dan Wonodadi.

"Kami juga akan mendirikan pos pelayanan di Alun-alun Kota Blitar yang menjadi pusat informasi dan layanan untuk masyarakat," ujarnya.

Dikatakannya, Pemkot Blitar akan lebih memaksimalkan fungsi pos terpadu di terminal dan stasiun untuk memantau pemudik.

Aksi Kejahatan di Kota Blitar Meningkat saat Wabah Virus Corona, Supermarket dan Toko Jadi Sasaran

BREAKING NEWS: PSBB Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Resmi Diterapkan Mulai Selasa 28 April 2020

Para pemudik yang nekat pulang akan menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Meski sudah dilarang, tetap akan ada pemudik yang nekat pulang. Mereka yang pulang akan menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19 termasuk diisolasi di tempat karantina," katanya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo, 2020.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo, 2020. (TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI)

Menurut Hakim Sisworo, jumlah pemudik yang menjalani isolasi di tempat karantina Rusun 511 pada Kamis (23/4/2020) sebanyak 22 orang.

Pemkot Blitar Beri Bantuan Sembako hingga Modal Usaha untuk Pekerja dan PKL yang Terdampak Covid-19

Jelang Ramadhan, Pangkalan Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Malang Kebanjiran Pasokan

Dari total itu, ada lima tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang ke Kota Blitar.

"Data per Kamis kemarin ada 22 orang yang menjalani isolasi di tempat karantina. Rinciannya, 13 laki-laki dan sembilan perempuan. Untuk TKI dari sebelumnya empat orang jadi lima orang. Ada tambahan satu TKI baru pulang dari Thailand," katanya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved