Pemkot Malang Siap Sambut Pemudik, Sedia APD & Ribuan Rapid Test di Posko: Cek yang dari Zona Merah

Meski Presiden Jokowi telah melarang masyarakat untuk mudik, Pemkot Malang telah mempersiapkan diri dalam menyambut para pemudik tersebut.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau posko Covid-19 yang ada di daerah Arjosari Kota Malang, Sabtu (25/4). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Meski Presiden Jokowi telah melarang masyarakat untuk mudik, Pemkot Malang telah mempersiapkan diri dalam menyambut para pemudik tersebut.

Segala persiapan telah dilakukan oleh Pemkot Malang, yakni dengan menyiapkan alat pelindung diri (APD) dan rapid test di enam Posko Covid-19 yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyiapkan lebih dari 1.500 rapid test.

Ada 450 Narapidana Lapas Lowokwaru Malang Ikut Asimilasi, Kalapas: Belum Ada Lakukan Kriminalitas

Aksi Kamisan Datangi Polresta Malang Kota, Desak Bebaskan Tiga Aktivisnya yang Ditangkap

Aksi Nekat Pria di Malang Gasak 10 Laptop di Sekolah SMK, Polisi Ciduk di Rumahnya

Rapid test tersebut yang nantinya akan difungsikan kepada para pemudik yang nekat berdatangan ke Kota Malang.

"Jadi rapid test ini bagi orang yang indikasinya mengarah ke Covid-19," ucap Sutiaji, Sabtu (25/4).

Pria kelahiran Lamongan tersebut menjelaskan, bahwa pemudik yang akan menjadi rapid test tersebut berasal dari daerah zona merah Covid-19.

Selain itu, suhu tubuh seseorang yang di atas 38 derajat juga akan menjalani rapid test.

"Meskipun di bawah 38 derajat kalau dia berasal dari daerah zona merah juga harus di tes," ucapnya.

Setelah melakukan serangkaian tes kesehatan tersebut, masyarakat yang memiliki gejala seperti Covid-19 akan langsung dirujuk ke puskesmas terdekat dari posko ataupun rumah sakit.

Tak hanya itu, Pemkot Malang juga telah menyiapkan tempat untuk karantina atau tempat isolasi.

"Tempatnya sudah ada. Masing-masing memiliki 400 bed dan ada yang lebih. Saat ini kami juga masih memesan rapid test. Karena target kami ada 10.000 rapid test," tandasnya.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved