Virus Corona di Madura

Cerita 1 Keluarga Sumenep Tidur di Hutan Bambu Imbas Corona, Diusir dari Kontrakan: Cari Kerja Susah

Warga kurang mampu di Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep terpaksa tidur di hutan bambu. Terimbas Corona diusir pemilik rumah: cari kerja susah.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Keluarga dari Sadik (40) yang terdampak virus Corona dan memilih tidur di hutan bambu di Desa/Kecamatan Batuan Sumenep, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Terdampak virus Corona ( Covid-19 ), warga kurang mampu di Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep ini terpaksa harus tidur di hutan bambu, tepatnya di Desa/Kecamatan Batuan.

Sebabnya, selama musim Covid-19 ini dirinya tak mampu membayar tempat indekos atau rumah kontrakan yang kian naik.

Warga asal Pulau Kangean, Sumenep bernama Sadik (40) itu pun mengaku jadi kesulitan cari kerja. 

VIRAL Curhat Pilu Tenaga Medis Pejuang Corona Buat Jenderal TNI Nangis, Istri: Luar Biasa Perjuangan

Tragedi Pernikahan 1 Bulan Wanita Cantik Dulu Viral, Pacaran 7 Tahun, Dihancurkan 2 Pelakor: Tertipu

Tak mampu bayar kontrakan, ia mengaku di usir oleh pemilik rumah sejak satu bulan yang lalu.

"Saya sudah hampir dua bulan hidup bersama istri dan dua anak saya di rumah bambu ini karena diusir tak mampu membayar uang kontrakan," kata Sadik, saat ditemui di Desa/Kecamatan Batuan, Rabu (29/4/2020).

Bapak dari dua anak ini mengaku, sudah 4 tahun bekerja serabutan yang merantau dari Pulau Kangean.

Daftar Harga iPhone Terbaru April 2020 & Spesifikasi: iPhone 11 Pro, iPhone 7 Plus, iPhone Xs dan Xr

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Piala Thomas dan Uber 2020 Kembali Ditunda

Dan selama 4 tahun pula mengontrak dan sudah tidak punya tempat tinggal di rumah asalnya.

"Mengapa saya diusir, karena saya tidak punya uang untuk membayar. Selama musim Corona ini uang kontrakan naik setiap bulan Rp 50 ribu. Yang awalnya bayar Rp 200 - 350 ribu," katanya.

Suami dari Rusnami (33) ini mengaku, selama pandemi Covid-19 ini juga susah mencari pekerjaan dan bahkan ia terpaksa untuk mencukupi kehidupan rumah tangganya harus ikut kerabatnya memanen padi.

Syarat Dapat Keringanan Listrik Rp100 Ribu untuk Pelanggan PLN 900 VA dan 1300 VA Nonsubsidi

"Dari itulah saya bisa dimakan untuk keluarga, dan selama ini saya memang tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah," ngakunya.

Sadik ini berharap ada uluran tangan dari pemerintah setempat, mengingat selama musim Covid-19 ini sudah mulai menganggur untuk bekerja.

Untuk diketahui, Sadik memiliki anak yang pertama bernama Sani (7) dan kedua bernama Sariani (satu tahun 17 bulan) yang kini hidup di rumah bambu dengan ukuran 3 - 2 meter.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved