Virus Corona di Banyuwangi

Tak Hanya Sembako, Banyuwangi Juga Beri Paket Nutrisi Bumil dan Menyusui Terdampak Covid-19

Abdullah Azwar Anas membuat program khusus dalam rangka penanganan Covid-19 dengan meluncurkan paket nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui di Banyuwangi

TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Data ibu hamil (bumil) dan menyusui di Banyuwangi, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi terus melakukan upaya untuk menangani dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

Jaring pengaman sosial untuk warga pun diberikan kepada para ibu hamil ( bumil ) dan menyusui.

Ketua Gugus Tugas sekaligus Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, paket nutrisi tersebut adalah satu dari delapan skema jaring pengaman sosial untuk warga, mulai dari paket sembako keluarga miskin, bantuan penyandang disabilitas, bantuan pekerja seni dan pelaku pariwisata, hingga insentif untuk santri dan mahasiswa.

”Selama ini, program bantuan hanya difokuskan dalam bentuk sembako. Padahal, kebutuhan warga tidak hanya sembako. Ada pula yang memerlukan paket nutrisi, seperti bagi ibu hamil dan menyusui,” ungkapnya, Rabu (28/4/2020).

Pendataan Online di Perbatasan Banyuwangi, Desa Tak Perlu Lagi Kucing-Kucingan dengan Pendatang

11 Santri Ponpes Al-Fatah Magetan asal Banyuwangi Dirapid Test, Dinkes Ungkap Hasilnya Non-Reaktif

Oleh karena itu, Abdullah Azwar Anas membuat program khusus dalam rangka penanganan Covid-19 dengan meluncurkan paket nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui.

”Jangan sampai karena ekonomi keluarga menurun, nutrisi bagi janin dan bayi terlantar. Mereka adalah generasi masa depan yang harus dipastikan nutrisinya,” imbuh Abdullah Azwar Anas.

Paket nutrisi bumil dan menyusui tersebut menyasar kepada 5.425 ibu hamil dan menyusui se-Banyuwangi.

”Kami bagi rata se-Banyuwangi. Kapan hari ada yang mengeluh tidak bisa beli susu padahal istrinya sedang hamil dan butuh asupan yang baik, semoga dengan program ini bisa membantu,” imbuh Abdullah Azwar Anas.

”Kami menganggarkan lebih dari Rp 1,6 miliar untuk memberi nutrisi ke 5.425 ibu hamil dan menyusui selama dua bulan ke depan, yaitu Mei dan Juni. Kami akan lihat perkembangan pandemi nantinya untuk meneruskan program ini,” papar Abdullah Azwar Anas.

Rencana Penerapan PSBB Malang Raya Masih Tunggu Pengajuan Kabupaten Malang dan Kota Batu

Stok Melimpah, Tak Bisa Kirim Luar Kota, Harga Cabai Rawit di Kota Blitar Turun Jadi Rp 10 Ribu/Kg

Pemkab Banyuwangi Bagikan Ratusan Ribu Masker Gratis Produksi UMKM ke Warga di 63 Desa

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi, Lukman Hakim, menambahkan, paket nutrisi per ibu hamil dan menyusui dialokasikan Rp 150.000 per bulan. Sehingga tiap ibu hamil dan menyusui menerima Rp 300.000 dalam bentuk paket nutrisi untuk kebutuhan dua bulan.

”Paket nutrisi ini terutama susu di dalamnya. Rekomendasinya dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan, karena kebutuhan tiap ibu hamil dan menyusui kan berbeda,” ujarnya.

Saat ini, sambung Lukman Hakim, proses pendataan sudah rampung di sistem Smart Kampung, sistem yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi untuk digitalisasi pelayanan publik hingga ke tingkat desa.

”Data sudah lengkap per desa per kecamatan, sudah by name by address. Kami akan realisasikan pertengahan Mei. Distribusi paket nutrisi melalui kecamatan, yang kemudian dikoordinasikan ke desa, kelurahan, dan dibantu Puskesmas,” ujarnya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved