Virus Corona di Malang
Dinkes Kabupaten Malang Distribusikan Ribuan Alat Rapid Test Covid-19 secara Bertahap ke Desa-desa
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, menerangkan, setiap Puskesmas seluruh desa mendapat kuota lima alat rapid test.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mulai mendistribusikan ribuan alat rapid test ke seluruh desa di wilayahnya, Kamis (30/4/2020).
Pengadaan alat tes virus Corona atau Covid-19 itu telah dijanjikan sejak beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, menerangkan, setiap Puskesmas seluruh desa mendapat kuota lima alat rapid test.
Sementara jumlah desa di Kabupaten Malang sebanyak 378 desa.
• Soal Rencana PSBB Kabupaten Malang, Bupati Sanusi: Berkas Pengajuan akan Siap Minggu ini
• Antisipasi PSBB Malang Raya, Arema FC Beri Bantuan Puluhan Face Shield untuk Pemkab Malang
"Sudah kami distribusikan 3.000 rapid test. Tahap kedua kami distribusikan lagi 2.500 alat. Per desa dapat lima rapid test. Akan kami distribusikan secara bertahap," ujar drg Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020).
Arbani Mukti Wibowo menambahkan, peruntukan rapid test diprioritaskan bagi penduduk yang memiliki suhu di atas 38 derajat celcius ketika dilakukan pemeriksaan.
"Kalau ada penduduk maupun pendatang waktu diperiksa suhu tubuhnya lebih 38 derajat celcius selanjutnya dilakukan rapid test," tutur mantan Direktur Utama RSUD Lawang Malang itu.
Sementara itu, drg Arbani Mukti Wibowo memastikan kondisi tenaga kesehatan di Kabupaten Malang sejauh ini masih berada dalam kondisi prima.
• Pemkot Malang Mulai Bagikan 1.825 Kartu Bantuan Sosial dan 350 Paket Sembako pada Warga
• Sanksi Berat Menanti ASN Kota Malang Jika Nekat Mudik Lebaran, Sutiaji: Bisa sampai Pelepasan Status
Petugas kesehatan tersebar melayani di 39 Puskesmas dan lima rumah sakit rujukan.
"Kondisi tenaga kesahatan kami semangat dan masih sehat-sehat," tuturnya.
Editor: Dwi Prastika