Virus Corona di Banyuwangi

Paket Sembako Rp 200 Ribu Bakal Disebar ke 21.700 KK di Banyuwangi, Warga Bakal Dapat Bansos 3 Kali

Sebanyak 21.700 kepala keluarga (KK) di Banyuwangi akan mendapat kiriman paket sembako senilai Rp 200 ribu per bulan.

SURYA/HAORRAHMAN
Sebanyak 21.700 kepala keluarga (KK) di Banyuwangi akan mendapat kiriman paket sembako masing-masing senilai Rp200.000 per bulan. 

TRIBUNAJATIM.COM, BANYUWANGI - Sebanyak 21.700 kepala keluarga (KK) di Banyuwangi akan mendapat kiriman paket sembako masing-masing senilai Rp 200.000 per bulan.

Bantuan sosial paket sembako diberikan selama tiga kali untuk membantu warga terdampak pandemi Corona atau Covid-19.

”Paket sembako ini adalah salah satu jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBD. Selain paket sembako, yang akan disalurkan pertengahan Mei ini adalah paket nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, bantuan untuk penyandang disabilitas, pekerja seni-budaya dan pelaku pariwisata, serta insentif bagi santri dan penambahan beasiswa mahasiswa,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (4/5/2020).

Sutiaji Deg-degan Tunggu Hasil Rapid Test 22 Karyawan Sampoerna Malang: Alhamdulillah Non Reaktif

Paket sembako itu telah sampai di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Minggu (3/5/2020).

Paket sembako itu terdiri atas beras 10 kilogram, sarden 5 kaleng, minyak goreng, dan satu dus mi instan.

Para penerimanya, imbuh Anas, ditentukan melalui data yang disusun dari tingkat desa/kelurahan.

Muzdalifah Ditanya Raffi Ahmad Uang Jual Rumah Nantinya untuk Apa, Fadel Islami Buru-buru Menjawab

Jarang Pamer Kemesraan, Maia Estianty Ekspos Momen Tak Biasa, Elus Tubuh Suami, Manja: Ah Taiyank

Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak ada tumpang tindih data yang menerima bantuan.

Karena saat ini ada banyak mekanisme bantuan yang digelontorkan pemerintah.

"Harapan saya, semua warga terdampak bisa menerima bantuan. Jangan sampai ada yang tumpang tindih penerimaan bantuannya. Dalam hitungan kami, semua warga miskin di Banyuwangi bisa ter-cover bantuan dari berbagai skema yang telah pemerintah berikan," ujar Anas.

24 Karyawan Pabrik Rokok Simustika Tulungagung Reaktif Corona, Langsung Karantina di Rusunawa IAIN

”Jumlah skema bantuan yang disiapkan keroyokan pusat, provinsi, dan daerah ini melebihi jumlah warga miskin yang ada di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jadi jangan sampai tumpang tindih, agar kelebihan kuota bantuan bisa dinikmati warga terdampak non-DTKS,” tambah Anas.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved