Panen Jeruk Baby di Malang Melimpah di Tengah Pandemi Corona, Kementan: Terus Didukung agar Produksi

Petani jeruk asal Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur sedang menikmati untung di tengah virus corona yang juga belum reda.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Aktivitas para petani jeruk asal Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur saat melakukan panen jeruk baby dari kebunnya. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Petani jeruk asal Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur sedang menikmati untung di tengah virus corona yang juga belum reda.

Sebab, hasil panen jeruk baby dari kebunnya terbilang melimpah dan dengan mudah langsung terserap pasar.

Menangggapi hal itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menyatakan pihaknya akan terus mendukung petani agar terus berproduksi dan tidak menemui kendala dalam pemasarannya.

350 Santri Ponpes An Nuriyah Kota Malang Jalani Rapid Test Sebelum Pulang Kampung, ini Hasilnya

Wacana Batalnya PSBB Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Yakin Tak Diperlukan Jika Warga Terapkan 1 Hal

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Direktur Buah dan Florikultura Kementan, Liferdi Lukman.

"Saat ini permintaan jeruk memang mengalami peningkatan, terlebih saat wabah Covid-19 ini, masyarakat makin sadar pentingnya memperkuat imunitas tubuh melalui konsumsi buah-buahan segar," kata Liferdi, Kamis (7/5/2020).

Sejatinya disituasi sekarang ini, masih kata Leiferdi, aneka jenis jeruk seperti jeruk lemon, jeruk siem, jeruk keprok hingga jeruk baby memang banyak dicari konsumen dan Alhamdulillah sentra-sentra produksi jeruk Indonesia mampu mengisi peluang pasar tersebut.

"Berkaca dari kesemua hal itulah, maka kami akan terus mendukung petani agar terus berproduksi dan tidak menemui kendala dalam pemasarannya," tambahnya.

Terkait jeruk baby, Liferdi yang juga dikenal sebagai peneliti buah-buahan tersebut menyebut jenis jeruk itu memang termasuk spesial.

Buah jeruk baby, dikatakanya punya ciri dengan kulit yang tebal berwarna hijau atau orange cerah, aromanya harum, berukuran hampir seragam, warna dagingnya putih agak kekuningan dan memiliki rasa yang manis.

“Jenis jeruk ini banyak digemari masyarakat karena bisa dikonsumsi segala lapisan termasuk untuk bayi dan anak-anak, sebab kandungan asamnya diperkirakan 50 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis jeruk yang lain,” pungkasnya.

Dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Dinas Pertanian untuk pengembangan jeruk di daerah Desa Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Jawa Timur itu juga diakui langsung oleh petani setempat.

Adalah Djarwo, satu diantara petani jeruk baby asal Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Dukungan pemerintah dalam menguntungkan segala aktivitas kami sebagai seorang petani memang sudah dirasakan, ada dari Ditjen Horti, Balitjestro Malang, BPTP Jawa Timur dan Dinas Pertanian Malang, luar biasa dukungannya," kata Djarwo.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved