PSBB Surabaya

Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Surabaya, Petugas Masih Dapati Warga Nongkrong di Warkop

Aparat Gabungan Polri, TNI, Banser, dan Mahasiswa menggelar patroli skala besar bersandi 'Operasi Aman Nusa II Polda Jatim' di Kota Surabaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/Luhur Pambudi
Anggota Tim Medis Biddokes Polda Jatim saat melakukan rapid test kepada para pengunjung warkop di Kota Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aparat Gabungan Polri, TNI, Banser, dan Mahasiswa menggelar patroli skala besar bersandi 'Operasi Aman Nusa II Polda Jatim' di sejumlah kawasan Kota Surabaya, Kamis (7/5/2020) dini hari.

Petugas melakukan patroli di sejumlah tempat berkumpulnya warga di warung kopi (warkop) kawasan Jalan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya.

Kemudian berlanjut ke sejumlah warung kopi di kawasan Kelurahan Benowo, Pakal, Surabaya.

Selain membubarkan kerumunan warga yang masih melanggar jam malam pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Surabaya.

Petugas juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sudut-sudut warkop.

"Tentunya seusai protokol ya. Petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di area warkop tersebut," katanya Kamis, (7/5/2020).

Biaya UTBK SBMPTN 2020 Turun Jadi Rp 150 Ribu, Pembayaran Lewat Mandiri BNI BTN, Cek Jadwal Daftar

Naffa Amalia Gandrungi Profesi Sinden Sejak Duduk di Bangku SMP

Murid TK di Sampang Rela Bagikan Uang Tabungannya Bantu Atasi Pandemi Corona, Pemkab Apresiasi

Trunoyudo juga menambahkan, pihaknya dalam hal ini Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jatim, juga melakukan rapid test terhadap para pengunjung warkop di kawasan Sawahan.

Dari tiga orang yang dilakukan rapid test, hasilnya menunjukkan bahwa mereka dinyatakan non-reaktif.

Petugas juga melakukan rapid test terhadap satu orang pengunjung wakrop di Pakal.

Pengunjung tersebut diidentifikasi memiliki suhu tubuh tinggi sekira 38 derajat selsius. Namun untungnya hasil rapid test menunjukkan non-reaktif.

"Petugas juga menghimbau kepada para pemuda tersebut agar tidak bergerombol atau cangkrukan serta membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing," jelasnya.

"Petugas menghimbau agar tetap berada di rumah (stay at home) dan melakukan pembatasan sosial (social distancing)," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved