Virus Corona di Jember

RSD dr Soebandi Jember Sediakan Layanan Tes Deteksi Dini Soal Virus Corona

Manajemen RSD dr Soebandi Jember, Jawa Timur menyediakan layanan tes deteksi dini identifikasi paparan virus Corona atau Covid-19.

Freepik
ILUSTRASI Virus Corona - Cerita Kadinkes Mojokerto sembuh dari Covid-19. 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Manajemen RSD dr Soebandi Jember, Jawa Timur menyediakan layanan tes deteksi dini identifikasi paparan virus Corona atau Covid-19.

Layanan skrining awal ini menempel di aplikasi Soebandi Mobile Admission (SoeMad), sebuah aplikasi pendaftaran daring bagi pasien yang hendak memeriksakan diri ke RS milik Pemkab Jember tersebut.

Aplikasi SoeMad sendiri sudah diluncurkan sebulan lalu. Namun layanan deteksi dini Covid-19 baru dipasang sepekan terakhir di aplikasi tersebut.

Jadi siapapun bisa mendeteksi status epidemologinya terkait paparan virus Corona atau Covid-19 ini melalui layanan skrining di SoeMad tersebut. Terutama pasien yang hendak memeriksakan diri ke RS dr Soebandi Jember.

Ketika membuka aplikasi SoeMad, maka langsung tersaji layanan skrining tersebut. Deteksi dini itu berupa pertanyaan yang harus dijawab secara jujur oleh pengisi.

Pertanyaan itu antara lain, apakah mengalami gejala batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Juga ada pertanyaan tentang keluhan sesak nafas.

Mulai Minggu, Lion Air Group Berencana Beroperasi Melayani Rute Domestik

Tambah Rumah Sakit Islam Aisyiyah Sebagai Rujukan Covid-19, Kini Kota Malang Punya 5 RS Rujukan

Kesaksian Sobat Soal Kehidupan Cinta Didi Kempot, Istri Dihadiahi Masjid hingga Sosok Asli Saputri

Kemudian ada pertanyaan riwayat perjalanan keluar negeri, dan dalam negeri tapi menjadi transmisi lokal atau zona merah. Terakhir, ada pertanyaan tentang penyakit penyerta yakni asma dan jantung.

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah ya dan tidak. Jika jawaban semuanya tidak, maka halaman aplikasi Soemad akan terbuka. Jika pengisi memang hendak mendaftar secara daring di aplikasi itu, maka tinggal menentukan kapan waktu kunjungan, dan ke poli apa.

Namun jika pengisi masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), juga pasien dalam pengawasan (PDP) maka hanya satu poli yang terbuka untuk pengisi yakni Poli Paru dan TB Dots. Mereka yang masuk kategori ODP adalah yang memiliki keluhan batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.

Sedangkan ketika sudah memiliki keluhan sesak nafas, maka akan masuk kategori PDP. Mereka yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) juga harus menjalani pemeriksaan dulu di Poli Paru dan TB Dots jika memang akan memeriksakan penyakitnya ke RSD dr Soebandi Jember.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved