Tunjungan Plaza & Pakuwon Mall Jadi Klaster di Surabaya, Emil Dardak: Informasi Ini Clear dan Ilmiah

Dua mall, Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall jadi klaster di Surabaya. Emil Dardak sebut informasi ilmiah

TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Sepinya Tunjungan Plaza Surabaya di tengah wabah Corona, Selasa (14/4/2020). 

Dua mall, Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall jadi klaster di Surabaya. Emil Dardak sebut informasi ilmiah

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penentuan 52 klaster yang ada di Jawa Timur sudah berdasarkan kajian ilmiah.

52 klaster tersebut termasuk dua klaster mal yang ada di Surabaya yaitu Pakuwon Mall dan klaster TP alias Tunjungan Plaza.

"Kami tahu ini (klaster mall) sudah dimuat di media, (lalu) ada keberatan dari pengelolanya juga. Tetapi kami ingin memastikan bahwa informasi ini clear, detail, dan ilmiah," kata Emil saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (11/5/2020).

Emil menyebut, memang tidak semua penggolongan klaster di Jatim ditentukan berdasarkan tempat asal-muasal pasien Covid-19 tertular. Pasalnya, banyak kasus yang tidak diketahui dari mana pasien tertular.

DETIK-DETIK Wanita di Surabaya Mendadak Meninggal di Taksi Online, Driver: Kayak Batuk 2 Kali

“Jadi intinya, bahwa 52 klaster yang ada di sini (daftar klaster), tidak semua sifatnya sama seperti klaster-klaster yang pelatihan haji, yang di pesantren, atau di pabrik rokok. Tidak semua sama," ujar Emil yang juga merangkap sebagai Ketua Rumpun Sosial Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur ini

"Kalau ada sekeluarga itu dua orang, ada tiga orang, itu langsung dijadikan klaster. Selain klaster besar itu, kalau kita cermati, ada dua orang punya riwayat dari suatu daerah jadi klaster. Ada lagi dua orang dinamakan klaster Sidoarjo I, II, III, misalnya," lanjutnya.

Terkait kemungkinan penutupan kedua pusat perbelanjaan tersebut, Emil mengaku tidak bisa memastikannya, karena kebijakan penutupan kedua pusat perbelanjaan tersebut merupakan wewenang Pemerintah Kota Surabaya.

"Pemkot Surabaya adalah pihak yang tentunya juga paling di garda terdepan untuk menerapkan hal-hal yang ada di wilayah Surabaya," ujar Emil.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved