Virus Corona di Indonesia

Candaan Gadis Ini Tidak Lucu, Prank Petugas Medis Kejang-kejang & Akui Kena Corona, Lihat Endingnya!

Perempuan di Bone Sulawesi Selatan berpura-pura kejang-kejang dan mengaku positif Corona. Kini berakhir menjadi kasus pidana.

KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.
AR (20) gadia belia diamankan polisi bersama tiga rekannya lantaran aksi pranknya terjangkit Covid-19 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu, (9/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM - Candaan gadis di Bone Sulawesi Selatan ini tidak lucu dan tak patut dicontoh.

Pasalnya, gadis tersebut melakukan prank kepada petugas medis dengan berpura-pura kejang di rumah sakit dan mengaku positif Corona Covid-19.

Alhasil, candaan itu kini berakhir menjadi kasus pidana. 

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas medis justru mencium bau alkohol.

Lihat nasib si gadis berikut ini!

China Meradang & Tantang Prancis, Minta Kontrak Senjata dengan Taiwan Dibatalkan, Lihat Ancamannya!

Sat Reskrim Polres Bone, Sulawesi Selatan kini menetapkan menjadi tersangka dalam kasus candaan atau prank di dua rumah sakit Bone.

Kasatreskrim Polres Bone, AKP Mohammad Pahrun melalui pesan singkat, pada Rabu (13/5/2020) mengatakan, bahwa pihaknya telah mengamankan kedua pelaku.

"Kami sudah amankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak semalam," bilang Pahrun.

Cerita Pengusaha Konveksi yang Nasibnya Tak Menentu Akibat PSBB Surabaya: Bantu Kami

Pemkab Malang Godok Aturan Kunjungan Pariwisata, Akan Diterapkan setelah Pandemi Covid-19 Usai

Pelaku adalah seorang gadis belia berinisial AR (20) dan dikenakan Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

AR (20) gadia belia diamankan polisi bersama tiga rekannya lantaran aksi pranknya terjangkit Covid-19 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu, (9/5/2020).
AR (20) gadia belia diamankan polisi bersama tiga rekannya lantaran aksi pranknya terjangkit Covid-19 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu, (9/5/2020). (KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Halaman
1234
Penulis: Ficca Ayu Saraswaty
Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved