Maling Satroni Warkop Tutup Awal Tertib PSBB Surabaya, Gondol Recehan Rp 100 Ribu & Ponsel
Warkop di Jalan Medokan Asri, Rungkut, Surabaya disantroni maling, gondol recehan Rp 100 ribu dan ponsel penjaga warkop yang sedang dicas.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi bandit terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) mengobok-obok sebuah warung kopi (warkop) di Jalan Medokan Asri, Rungkut, Surabaya, Kamis (14/5/2020) dini hari.
Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 30 detik. Pelaku tampak mengenakan jaket model baseball berwarna hijau gelap.
Pelaku masuk mengendap-endap ke dalam bilik tempat si penjaga warkop melayani pembeli.
• Inikah Foto Pernikahan Didi Kempot dan Yan Vellia? Tak Sengaja Terekspos di IG, Lihat Pakaian Mereka
• Bocor Potret Masa Lalu Didi Kempot dan Yan Vellia, dari Pacaran hingga Menikah? Mesra & Tak Berubah
Kemudian melangkah mendekati ke tempat laci penyimpanan uang, lalu membukanya, dan mengambil isinya.
Seakan tak puas, setelah memindahkan sejumlah uang yang diambilnya dari dalam laci ke saku celana bagian kanannya.
Pelaku kembali melanjutkan aksi, dengan memasuki bilik warkop makin dalam.
• Kostrad Terjun Amankan PSBB Malang Raya di Kota Batu, Wali Kota Dewanti Rumpoko: Dijaga 24 Jam
• Jalan Raya Lamongan-Babat Rusak Parah Tak Segera Diperbaiki, Warga Marah Tanam Pohon Pisang di Sana
Perhatiannya tertuju pada sebuah ponsel dengan kabel pengisi daya yang masih menancap, yang teronggok tanpa pengawasan.
Tak berfikir panjang, ia langsung mencabut ponsel tersebut dari kabel pengisi dayanya. Lalu membawanya kabur.
Pemilik warkop Eko Wahyudi (32) mengaku insiden pencurian tersebut terjadi sekira pukul 04.20 WIB.
• Sinopsis The World of the Married Episode 4 Tayang Kamis (14/5/2020), Live Streaming di RCTI
Saat itu warkop telah tutup dan si penjaganya sedang menunaikan ibadah Salat Subuh.
"Jadi selama PSBB Surabaya ini warkop tutup jam 8 malam, namun tetap ada karyawan yang jaga," katanya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (14/5/2020).
Untungnya, ungkap Eko, si pelaku tidak terlalu lebar membuka lebar laci penyimpanan uang.
Sehingga yang dapat diambil hanya uang recehan sekira Rp 100 Ribu, dan sebuah ponsel milik penjaganya.
"Untungnya pelaku hanya membuka lacinya sedikit, jadi tidak tahu, uang yang jumlahnya lebih banyak berada di laci dalam," jelasnya.