Pandemi Corona Bukan Kendala, PT Eka Timur Raya Sukses Ekspor Jamur 20 Kontainer per Bulannya

Komoditas jamur hingga kini tetap eksis permintaannya, yang dimana satu diantaranya berkat peran dari PT Eka Timur Raya di Pasuruan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menyatakan, meski ditengah pandemi virus corona, komoditas jamur hingga kini tetap eksis permintaannya, yang dimana satu diantaranya berkat peran dari PT Eka Timur Raya di Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menyatakan meski di tengah pandemi virus Corona, komoditas jamur hingga kini tetap eksis permintaannya, yang dimana satu diantaranya berkat peran dari PT Eka Timur Raya di Pasuruan.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto.

"Keberhasilan ekspor jamur Indonesia ditengah pandemi virus corona saat ini memang satu diantaranya tidak terlepas dari peran perusahaan pengembangan jamur champignon (jamur kancing) dan jamur portabella asal Kecamatan Purwodadi, Pasuruan yakni PT Eka Timur Raya atau dikenal dengan PT ETIRA," kata Anton, sapaan akrab Prihasto Setyanto saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (18/5/2020).

BBKP Surabaya: Sehari Ekspor Komoditas Pertanian Jatim Tembus 266,6 Miliar, Covid-19 Tak Bikin Surut

Perhitungan Indeks Harga Konsumen akan Pakai Survei Biaya Hidup 2018, Hasilkan 11 Kelompok Komoditas

Ia juga mengatakan, hasil produksi dari PT ETIRA tersebut diolah sebagai produk kaleng dan beku kemudian dikemas sesuai dengan permintaan pasar yakni kemasan glass, kaleng atau pouch.

Sementara Maryono Budi, Asisten Direktur PT ETIRA ketika dihubungi TribunJatim.com, Senin (18/5/2020) mengungkapkan bahwa sejak awal produksinya, PT ETIRA berorientasi pada pasar ekspor, bahkan lebih dari 95% produknya digunakan untuk memenuhi pasar ekspor.

Namun, lanjutnya, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola makan yang sehat, pihaknya melihat adanya peluang pasar dalam negeri.

“Sehingga dalam lima tahun terkahir ini ETIRA mulai mendistirbusikan jamur kancing segar di lima kota besar yakni adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Dengan rata-rata suplainya mencapai 9 ton per hari,” beber dia.

Sedangkan volume ekspornya rata-rata sebesar 25-30 kotainer per bulan atau setara dengan 525 ton hingga 630 ton per bulan, bahkan pula hingga kini ekspornya tetap berjalan meskipun tonasenya sedikit menurun karena dampak covid-19.

“Saat ini volume ekspornya sebesar 20 kontainer per bulan setara dengan 420 ton dengan nilai transaksi sebesar 740.000 USD,” ungkap Budi.

Menurut Budi, competitor eksportir jamur kancing (Agaricus bisporus) terkuat ETIRA adalah dari China dan Eropa.

Kedua Negara tersebut, dikatakan Budi merupakan produsen jamur yang sulit disaingi dari segi harga pokok produksi. Namun kualitas dan kontinuitas ETIRA lebih unggul.

“Dari segi harga kita kalah, namun dari segi kualitas dan kontinuitas suplai kami berani diadu,” lanjut Budi bangga.

Terpisah, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Doddy Setiawan mengugkapkan bahwa produksi sayuran khususnya jamur diwilayahnya memang mengalami peningkatan.

“Produksi jamur kami meningkan, gak hanya jamur kancing yang diproduksi PT ETIRA tapi masyarakat disini juga banyak yang telah mengembangkan jamur tiram dan jamur merang,” ujar Dody.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved