Pengedar Narkoba di Sidoarjo Ditangkap
Sebelum Tertangkap BNNP Jatim Atas Kasus Narkoba, Dedi A Manik Sempat Gelar Turnamen
Dedi A Manik, nama yang mungkin asing bagi masyarakat Indonesia, namun tidak bagi pecinta sepak bola di Jakarta Utara.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dedi A Manik, nama yang mungkin asing bagi masyarakat Indonesia, namun tidak bagi pecinta sepak bola di Jakarta Utara.
Nama Dedi, baru saja santer terdengar usai teribat dalam jaringan home industri narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Dedi ditangkap saat mengirim paket sabu sebanyak 5,319 Kilogram ke wilayah Jawa Timur bersama rekanya, Novin Ardian.
Sebelum tertangkap, Minggu (17/5/2020) siang, Dedi A Manik ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Utara itu sempat menggelar turnamen sepak bola bertajuk Liga Jakarta Utara, Piala Dedi A Manik 2020, di stadion Rawa Badak 5 April 2020.
Hal itu dibenarkan Penyidik Madya, AKBP Wisnu Chandra.
"Iya benar, hal itu menunjukkan tersangka ini masih aktif di kegiatan pesepakbolaan Indonesia," kata Wisnu kepada TribunJatim.com, Senin (18/5/2020).
Disinggung apakah tersangka memberikan keterangan terkait hal itu, petugas BNNP Jatim mengatakan jika hal tersebit tidak terkait perkara.
• Tragedi Rumah Tangga Pria Diperkosa Istri Selama 10 Tahun dan Dicakar: Saya Tak Bisa Berbuat Apa-apa
• Dua Hari Sekali, Home Industri Sabu asal Semarang Bisa Produksi 5 Kilogram Sabu
• Penampilan Baru Lucinta Luna Kekasih Abash 3 Bulan di Penjara, Ganti Warna Rambut Tambah Segar
"Kami fokus pada proses penyidikan kasus narkotika. Terkait itu bisa konfirmasikan ke pihak terkait," tandasnya kepada TribunJatim.com.(Firman/Tribunjatim.com)