Virus Corona di Banyuwangi

Warga Banyuwangi Belum Dapat Bansos Covid-19? Cukup Lapor via Online, Paket Sembako Bakal Dikirim

Sistem pelaporan online bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 mulai disalurkan ke warga Banyuwangi.

SURYA/HAORRAHMAN
Sistem pelaporan bantuan sosial (bansos) secara online yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi mulai menyalurkan paket sembako ke warga terdampak. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Sistem pelaporan online bantuan sosial (bansos) yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi mulai menyalurkan paket sembako ke warga terdampak.

Secara simbolis, pendistribusian kepada warga yang melapor secara online dilakukan di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

"Sekarang tim sibuk menyalurkan jaring pengaman resmi dari APBN, APBD Jatim, maupun APBD Banyuwangi, sekaligus menyiapkan bansos untuk pelapor online,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bentuk Tubuh Istri Kedua Didi Kempot Dikomentari, Balasan Yan Vellia Panen Reaksi, Singkat & Adem

Dia mengatakan, lewat sistem online tersebut, warga bisa melaporkan dirinya sendiri atau orang lain yang dinilai layak menerima namun belum mendapatkan bansos.

”Sengaja dibikin warga bisa melaporkan orang lain, karena tidak semuanya main internet. Kalau warga lihat tetangga perlu dibantu kok belum dapat bansos, tidak perlu menyalahkan kades, gubernur, menteri, presiden. Cukup sedekah waktu dan kuota internet, enggak sampai 5 menit kok proses pelaporan online ini,” paparnya.

Anas menjelaskan, saat ini sudah 269.000 keluarga Banyuwangi terjangkau berbagai program sosial, mulai PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Pangan Provinsi Jatim, dan jaring pengaman Pemkab Banyuwangi.

Ngobrol Bareng Rizal Bocah Penjual Gorengan, Evelin Tertampar, Mantan Istri Aming: Kita Harus Malu

Profil-Biodata Sarah Keihl atau Sarah Salsabila, Selebgram Asal Jember yang Lelang Keperawanan Rp2 M

Meski demikian, sangat dimungkinkan ada warga terdampak yang belum menerima bantuan, mengingat dampak pandemi Covid-19 sangat dinamis dari hari ke hari.

”Sehingga warga yang belum masuk skema itu bisa lapor. Bisa milih, lapor konvensional ke kantor desa/kelurahan/kecamatan, bisa juga lapor online,” ujarnya.

Anas mengatakan, sejak dibuka pertengahan Mei, sudah ada 5.000 warga pelapor online.

Strategi Jitu Bisnis Tetap Tumbuh di Era New Normal ala Sandiaga Uno, Semua Orang Harus Bersiap

Verifikasi dilakukan berbasis nomor induk kependudukan (NIK). NIK disilangkan dengan basis data sistem ”Smart Kampung” yang terkoneksi ke desa untuk mengetahui apakah pelapor sudah menerima bantuan atau belum.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved