Virus Corona di Tulungagung

ASN Tulungagung yang Reaktif Covid-19 Sempat Melawan, Gugus Tugas: Terpaksa Menekan Lewat Ladis

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung Bambang Triono akui penolakan evakuasi yang dilakukan pada ASN reaktif Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Petugas medis selepas melakukan rapid test di dinas yang kedapatan pegawainya reaktif Covid-19, Jumat (22/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sempat terjaring saat random rapid test ke pengunjung Golden Swalayan Tulungagung, Rabu (20/5/2020).

Hasilnya, ASN yang ditemukan di pusat perbelanjaan saat jam kerja ini dinyatakan reaktif virus Corona atau Covid-19.

Namun ternyata E, inisial ASN itu, menolak dikirim ke tempat karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

Bahkan petugas medis yang melakukan pelacakan kontak terdekat terhadap keluarganya juga mendapat penolakan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Bambang Triono, mengakui penolakan tersebut.

“Terpaksa kami menekannya lewat kepala dinas dan sekretaris dinas tempatnya bekerja,” terang Bambang Triono, Jumat (22/5/2020).

Seorang PNS Tulungagung Kena Razia Di Pusat Perbelanjaan, Hasil Rapid Test Reaktif

Gugus Tugas Tulungagung Meyakini Ledakan Pasien Pabrik Rokok Tertular dari Karyawan Asal Kediri

Bambang Triono pun menegaskan, sebagai ASN harus memberi contoh kepada masyarakat.

Bambang Triono berpesan kepada kepala dinas dan sekretaris dinas, E punya tiga pilihan, yaitu datang sendiri, dijemput petugas medis, atau tetap membangkang sehingga harus dievakuasi polisi.

Setelah mendapat peringatan keras itu, E akhirnya masuk ke tempat karantina pada Kamis (21/5/2020) pagi.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved