Minimalisir Sebaran Corona saat Lebaran, Trenggalek Gemakan Gerakan 'Jaga Orang Tua' & 'Tutup Pintu'

Gugus tugas Pencegahan Covid-19 di tingkat desa di Kabupaten Trenggalek punya cara unik untuk meminimalisir risiko penyebaran virus saat Lebaran.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Desain visual gerakan jaga orang tua saat Lebaran di salah satu desa di Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Gugus tugas Pencegahan Covid-19 di tingkat desa di Kabupaten Trenggalek punya cara unik untuk meminimalisir risiko penyebaran virus saat Lebaran.

Beberapa desa menginisiasi gerakan lewat kampanye-kampanye dan jargon agar warganya menghindari kerumunan ketika Lebaran.

Warga pun memasang spanduk dan membuat desain visual untuk disebarkan di dunia maya.

Dekati Lebaran, Petugas di Trenggalek Datangi Swalayan yang Ramai Pengunjung

Banyak Daerah Susah Sinyal, Trenggalek Inisiasi Kelas Physical Distancing

Cerita Penerima BST Rantau Kabupaten Trenggalek, Bisa Bayar Sewa Kontrakan Jadi Urung Mudik

Salah satu contohnya, yakni gerakan Tutup Pintu di Desa Sumber, Kecamatan Karangan.

Gugus tugas di desa tersebut memasang spanduk bertuliskan gerakan tutup pintu ketika Lebaran esok.

Dalam keterangan di spanduk, desa tersebut akan menutup akses dalam 24 jam saat Lebaran berlangsung.

Contoh lain di Desa Ngerencak, Kecamatan Panggul. Desa tersebut menyebarkan desain visual berisi Jaga Orang Tua.

Dalam desain itu, gugus tugas desa setempat mengimau agar warga tak meningkatkan risiko para orang tua dan kiai tertular virus karena kunjungan.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membenarkan adanya gerakan-gerakan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19 di saat Lebaran.

"Sebenernya ini kearifan lokal yang dimunculkan satgas gugus tugas di desa. Intinya begini, gugus tugas di tingkat desa dan kabupaten ingin menjaga kesucian hari raya Idul Fitri. Jangan sampai menyebabkan pemuncakan ledakan kasus Covid-19 baru," kata Mas Ipin, sapaan akrabnya, Sabtu (23/5/2020).

Gugus tugas penanganan Covid-19 di Trenggalek juga mendorong agar warga menjalankan silaturahmi secara online.

"Saya sowan ke beberapa kiai. Ada kiai yang di depan pondoknya menuliskan nomor telepon. Supaya warga yang ingin sowan bisa lewat telepon saja. Seperti ini contoh-contoh yang saya temui," sambung Mas IPin.

Gerakan "Tutup Pintu" dan "Menjaga Orang Tua", kata dia, punya makna yang positif di tengah pandemi ini.

"Kalau semua protokol sudah kita pebuhi, risiko bisa kita tekan. Insyaallah makna lebaran tidak hilang dan risiko covid bisa kita hindari," pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved