Virus Corona di Gresik

Warga Gotong Royong Pasok Kebutuhan Pokok Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Gresik

Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur bergotong royong membantu keluarga pasien positif virus corona atau Covid-19

Willy Abraham/Tribunjatim
Keluarga pasien positif corona (tengah) mendapat bantuan kebutuhan pokok dari warga di Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah. 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur bergotong royong membantu keluarga pasien positif virus corona atau Covid-19. Caranya, dengan memberikan bantuan kebutuhan pokok.

Diketahui, di desa Karangrejo ada satu pasien positif Covid-19 sejak 25 mei 2020 lalu. Pihak keluarga pasien positif covid-19 ini melakukan isolasi mandiri dan dilakukan rapid test.

Merek tidak bisa keluar rumah demi menjalankan protokol kesehatan.

Para warga membantu keluarga pasien virus Corona atau Covid-19 yang saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Karangrejo, Syamsul Anam menuturkan dia bersama warga lain gotong royong untuk membantu keluarga pasien positif Covid-19.

Bantuan itu berupa sembako, lauk-pauk dan sejumlah uang. Warga setempat juga menyemangati keluarga tersebut.

"Mereka sedang diuji, sudah selayaknya kami sebagai tetangga, sesama warga desa memberikan support. Kami bersama warga lain tergerak untuk membantu sedulur," kata Syamsul, Sabtu (30/5/2020).

Tanggapi Polemik Mobil PCR, Sekjen PDIP Ingatkan Khofifah: Covid-19 Surabaya Tertinggi di Jatim

Dampak New Normal dalam Dunia Pendidikan & Kerja, Ketua Himpsi Jatim: Harus Positif Hidup Sehat

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto Beri Respons Kemarahan Risma atas 2 Mobil PCR Bukan untuk Surabaya

Dia juga meminta agar masyarakat lain juga ikut menyadarkan masyarakat. Sebab, orang yang terinfeksi Covid-19 bukan lah aib namun sebuah ujian dari tuhan. Kesembuhan pasien positif Covid-19 adalah kesembuhan bersama.

"Covid-19 bukan lah aib. Sama-sama masyarakat kita support," pungkasnya.

Ketua Fatayat NU Mustalimah menyambut baik langkah yang dilakukan warga ini sebagai bentuk kepedulian dan menghapus stigma negatif yang menempel pada pribadi seorang pasien positif virus Corona atau Covid-19 dan keluarganya.

Apalagi kata Mustalimah, keluarga tersebut kini berstatus orang dalam pemantauan (ODP) sehingga harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan tenaga medis.

"Agar mental keluarga mereka tidak down, supaya fokus dalam penyembuhan dan berdoa semoga pandemi ini segera berakhir," tutupnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved