Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Dampak 'New Normal' dalam Dunia Pendidikan & Kerja, Ketua Himpsi Jatim: Harus Positif Hidup Sehat

Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga (Unair), Ilham Nur Alfian sebut new normal positif untuk anak-anak, beri standart baru dalam dunia kerja.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga (Unair), Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikologi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pendidikan terkait pola hidup dan perilaku sehat akan lebih mudah diajarkan kepada anak-anak dalam tatanan hidup new normal di tengah wabah Corona ( Covid-19 ).

Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga (Unair), Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikologi mengatakan new normal akan memberikan banyak contoh dan pengalaman yang bisa disampaikan

Guru-guru di sekolah nantinya juga bisa lebih mudah menyampaikan dampak-dampak negatif dari perilaku-perilaku yang mengabaikan protokol kesehatan.

Yan Vellia Bereaksi Dituntut Libatkan Saputri & Dory Harsa di Konser Kenang Didi Kempot: Bismillah

Liburan Berdua ke Afrika, Irwan Mussry Kenalkan Istrinya ke Bule Bukan sebagai Istri, Maia: Bosku?

Khususnya dampak sosialnya, seperti pembatasan sosial secara menyeluruh sampai dengan terganggunya aktivitas rutin sehari-hari. 

"Para orang tua di rumah pun mulai bisa menerapkan dan membiasakan protokol kesehatan pada anak-anak dan anggota keluarga lainnya sebagaimana yang dijalani selama masa pandemi ini," kata pris yang juga Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Jatim itu, Sabtu, (30/5/2020). 

Pada pekerja-pekerja swasta, tentunya dengan adanya new normal ini maka akan perlu menambah kualifikasi lagi untuk bisa bertahan di dunia kerja.

Bukan hanya terkait kompetensi atau skill, tetapi juga harus memiliki attitude atau sikap yang positif dan tentunya perilaku-perilaku yang mendukung pola hidup sehat. 

Bagi mereka yang tidak bisa mengembangkan attitude/sikap positif dan pola perilaku sehat, khususnya bagi yang bergerak di dunia layanan, tentunya akan tersingkir karena ekspektasi masyarakat/dunia kerja saat ini dan ke depan nanti tentunya juga akan lebih mendukung/menyukai mereka-mereka yang bisa mengembangkan pola hidup dan perilaku sehat. 

"Perusahaan mungkin akan berpikir dua kali untuk merekrut calon karyawan yang tidak memiliki pola hidup dan perilaku yang sehat, sekalipun memiliki kompetensi atau skill yang diharapkan," pungkasnya. 

Penulis: Syamsul Arifin

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved