Virus Corona di Surabaya
Rapid Test Massal Covid-19 Digelar di Tambaksari Surabaya, 500 Warga Ditargetkan Ikuti Tes
Pemerintah Kota Surabaya bersama BIN kembali menggelar rapid test dan tes swab massal virus Corona. Kali ini di Tambaksari.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya, bersama Badan Intelijen Negara (BIN) kembali menggelar rapid test dan tes swab massal virus Corona atau Covid-19, Senin (1/6/2020).
Kegiatan itu digelar di Taman Mundu, Jalan Juwet, Kecamatan Tambaksari, yang merupakan salah satu zona merah Covid-19 di Kota Surabaya .
Tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti rapid test telah diantisipasi oleh petugas dengan menyediakan ribuan alat tes.
Dengan dibantu petugas keamanan dari Kecamatan Tambaksari, warga diimbau untuk jaga jarak dan cuci tangan sebelum mendaftarkan dirinya ke petugas BIN.
BIN juga menyediakan mobil PCR (Polymerase Chain Reaction) yang tak jauh dari tempat pelaksanaan rapid test tersebut.
Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun, mengatakan, aktivitas ini merupakan lanjutan dari warga yang sudah mengikuti tes di sejumlah puskesmas di lingkungan sekitar Tambaksari.
• Risma Ungkap Langkahnya ke Depan Jika Purna Tugas dari Wali Kota Surabaya 2 Periode: Aku Belum Tahu
• Jelang Risma Lengser dari Jabatan Wali Kota Surabaya, Begini Pengakuan Risma Soal Langkah ke Depan
"Jadi yang tracing itu adalah warga yang telah mengikuti rapid test dari puskesmas di kampung beberapa hari yang lalu. Mereka yang reaktif, hari ini diajak ikut tes massal. Sebelumnya mereka telah isolasi mandiri," ujarnya.
Selain itu, lanjut Ridwan, ada masyarakat umum yang mengikuti kegiatan ini karena kesadaran mereka untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19.
"Masyarakat yang mengikuti rapid test ini langsung diarahkan ke swab test bila menunjukkan hasil reaktif. Setelah terkonfirmasi positif, akan didata oleh Pemerintah Kecamatan Tambaksari untuk dilakukan isolasi," terangnya.
Ridwan juga menyebutkan, target warga yang mengikuti rapid test ini adalah 500.
• Antisipasi Covid-19, Demokrat akan Usulkan Penambahan 10 Unit Mobil PCR di Jatim ke Pemerintah Pusat
• Momentum HUT ke-727 Kota Surabaya, PDIP Ajak Warga Semangat Berjuang Hadapi Pandemi Covid-19
Jika melebihi kapasitas, masyarakat tetap dilayani tes guna mengetahui orang itu negatif atau positif dari virus Corona.
"Masalahnya untuk tempat isolasi masih kami cari yang kosong, dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Kalau ada nanti diarahkan ke hotel. Dan kalau masih belum ada, mereka akan diarahkan kembali untuk ke rumah masing-masing untuk isolasi mandiri," sambungnya.
Nantinya, warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah diawasi oleh elemen masyarakat setempat yang tergabung dalam Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo.
Sementara itu, salah satu peserta yang mengikuti rapid tes massal, Nova Eka (29), Warga Kapasari Pedukuhan, mengatakan, kemarin sudah mengikuti tes di puskesmas dan menunjukkan reaktif.
• Hari Jadi Kota Surabaya ke-727 di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkot Rayakan dengan Cara Berbeda
• Dua Mobil PCR yang Sempat Tuai Polemik Kembali Digunakan di Surabaya, Ratusan Warga Dites Gratis
"Jadi tinggal di-swab aja hari ini. Takut juga sama virus Corona. Apalagi saya sedang baru hamil. Sebelumnya saya isolasi mandiri," ungkapnya.
Nova Eka berharap, pemerintah bisa menanggulangi virus Corona agar masyarakat tidak berpikir secara negatif.
Editor: Dwi Prastika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/rapid-test-yang-digelar-pemkot-surabaya-dan-bin-di-taman-mundu-ilustrasi-rapid-test.jpg)