Virus Corona

RS Darurat Covid-19 di Lamongan Siap Beroperasi Awal Juni, 'Orang Luar Boleh Pakai'

Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan ungkap Rumah Sakit Darurat Covid-19 siap beroperasi awal Juni: orang dari luar Lamongan boleh pakai.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Hefty Suud
SURYA/HANIF MANSHURI
Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Lamongan siap dioperasionalkan, Selasa (2/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Lamongan adalah satu-satunya kabupaten yang mendapat bantuan Rumah Sakit Darurat Covid-19.

Pembangunan fisiknya sudah tuntas digarap, dan pada Juni ini sudah bisa dioperasionalkan.

"Kalau pembangunan rumah sakitnya sudah 98 persen. Sisanya, tinggal pembangunan taman serta pelatarannya saja," kata Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Chaidir Annas, Selasa (2/6/2020).

Maia Pasang Badan saat Kekurangan Fisik Dul Jaelani Disinggung, Bela Ahmad Dhani? Lihat Tulisannya

Terlanjur Girang Rumahnya Ditawar Rp 40 M oleh Baim Wong, Muzdalifah Telan Kekecewaan: Candaan Aja

Pada praktinknya nanti, puluhan tenaga medis yang selama ini merawat pasien Corona (Covid-19) di 34 kamar yang tersedia di RS Soegiri akan dipindahkan ke RS Darurat Covid-19, radius 50 meter dari RSUD dr Soegiri.

Lokasi RS darurat tersebut tepatnya berada di seberang jalan RSUD dr Soegiri.

"Semua tenaga medis yang ada di RSUD dr Soegiri, khusus menangani Covid-19 diboyong semua ke RS Isolasi, " katanya.

Ibadah Haji 2020 Ditiadakan, Ratusan CJH Sampang Harus Tunggu Berangkat Tahun Depan

Antrian Swab Covid-19 di RSUD dr Soetemo Panjang, Bupati Bangkalan Inisiatif Beli Alat Sendiri

RS Isolasi itu merupakan pengembangan ruangan isolasi di RSUD dr Soegiri.

Sekarang dipusatkan semuanya di RS Isolasi dengan jumlah 82 bed, 7 diantaranya ruang ICU.

"RSUD dr Soegiri kembali diperuntukkan untuk pasien umum," katanya.

Curhat Biro di Pamekasan Ibadah Haji 2020 Ditiadakan, Ikut Terimbas, Omzet Tak Cuma Turun: Nggak Ada

Pegawai yang diboyong ke RS Isolasi, bukan berarti tidak lagi dipekerjakan di RSUD dr Soegiri. Mereka tetap bisa masuk ke RSUD dr Soegori jika dibutuhkan tenaganya.

Sementara itu, Annas menolak adanya anggapatan keberadaan RS Isolasi Covid-19 hanya untuk penderita warga Lamongan.

Rumah sakit itu untuk masyarakat Indonesia.

"Orang luar Lamongan ndak apa - apa, "tandasnya.

Disinggung kemungkinan perlu penambahan pegawai untuk RS Isolasi, menurut Annas, saat ini belum terfikirkan untuk menambah tenaga baru.

Tidak adanya penambahan tenaga baru, karena jumlah karyawan yang ada sudah mencukupi.

"Tidak, tidak menambah pegawai baru, " katanya.

Annas belum bisa memastikan kapan persisnya RS Isolasi Covid-19 dioperasionalkan.

Pihaknya hanya memperkirakan pada Juni awal ini.

"Kapannya belum tahu, lebih cepat lebih baik," pungkasnya.

Penulis: Hanif Manshuri

Editor: Heftys Suud 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved