Pemkab Trenggalek Susun SOP New Normal Pariwisata, Bakal Usung Konsep Bersih Sehat Aman
Pemerintah Kabupaten Trenggalek sedang menyusun SOP pariwisata new normal. Kepala Dinas Pariwisata ungkap bakal usung konsep bersih, sehat, aman.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) di bidang pariwisata dalam menyambut era new normal.
Targetnya SOP yang mengatur detail soal tata cara dan aturan berpariwisata di Trenggalek ini bakal rampung paling lambat akhir Juni.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Sunyoto mengatakan, SOP itu mengusung konsep bersih, sehat, dan aman.
• Rapat Rahasia Korea Utara dan China, Tertangkap Basah Susun Rencana Khusus, Ada 1 Pesan Bagi Amerika
• Waspada Gejala Baru Virus Corona di Indonesia, Peneliti sampai Heran: Bukan Bermaksud Menakut-nakuti
Para pengelola wisata, baik pemerintah maupun swasta, wajib menjalankan dan mengedepankan prosedur yang akan ditetapkan nanti.
"Kebiasaan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan itu pasti. Tapi kami juga akan membuat aturan-aturan lain yang lebih spesifik," sambung Sunyoto.
Ia mencontohkan, jumlah pengunjung tempat wisata akan dibatasi dalam pembahasan SOP itu. Rencananya total pengunjung hanya diperbolehkan maksimal 50 persen dari kapasitas.
• Pertamina EP Asset 4 Siapkan Protokol New Normal, Mulai Besok Interaksi Antarkaryawan Dibatasi
• Sesuaikan Kemampuan Bayar Iuran, Hampir 2 Persen Peserta JKN Malang Raya Ajukan Turun ke Kelas III
"Misalnya di Pantai Prigi. Di sana kapasitas pengunjungnya bisa mencapai 1.000 orang. Nantinya dibatasi hanya boleh 500 orang," ia mencontohkan.
Contoh lain, SOP juga mengatur soal tata cara pemesanan tiket. Pihaknya merencanakan, pembelian tiket berlaku dengan sistem online.
Hal itu untuk meminimalisir kontak antara petugas di tempat wisata dan orang-orang yang datang.
Dalam penyusunan SOP itu, Disparbud Trenggalek melibatkan berbagai pihak yang selama ini berkecimpung di dunia kepariwisataan.
Setelah SOP rampung, Disbudpar akan segera menjalankan simulasi di beberapa tempat wisata. Simulasi yang termasuk dalam tahap uji coba ini bakal berlangsung antara Juli atau Agustus.
Jika SOP bisa dijalankan dengan baik di lokasi percontohan, pihaknya baru akan menentukan langkah selanjutnya untuk pembukaan area wisata sepenuhnya.
"Tapi jika merujuk ke aturan di Jawa Timur, pembukaan tempat wisata sepertinya masih jauh. Tapi minimal, lonjakan kasus Covid-19 di Trenggalek masih minim. Sehingga ada kemungkinan new normal di bidang pariwisata bisa lebih awal," pungkas Nyoto.
Sebelumnya, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mewacanakan konsep hygien tourism berbasis pesanan untuk menyambut new normal.
Wisatawan yang hendak berlibur ke Trenggalek harus memesan terlebih dulu saat pariwisata telah dibuka nanti.
Ia mengatakan, pengelola tempat wisata bisa mengetahui berbagai hal tentang calon wisatawan dengan sistem pesanan.
Sehingga, mereka dapat menelusuri kondisi kesehatan, riwayat perjalanan, dan merekomendasikan lokasi hunian bagi wisatawan untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19.
"Ini bentuk situasi baru yang akan kita hadapi. Termasuk di sisi transportasi, mungkin kami akan aktifkan sepertiga dari kapasitas normal. Sehingga transportasi di dalam kota tetap bisa berjalan. Tentu ini bertahap," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Heftys Suud