Breaking News:

Virus Corona di Tulungagung

Kekhawatiran Terjadi Ledakan Kasus Covid-19 di Tulungagung Pascalebaran Tidak Terbukti

Sempat muncul kekhawatiran terjadi ledakan kasus Covid-19 di Tulungagung, dua minggu pascalebaran.

TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Seorang petugas medis mengambil sampel darah untuk test kit Covid-19, Juni 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sempat muncul kekhawatiran ledakan kasus virus Corona atau Covid-19 di Tulungagung, dua minggu pascalebaran.

Sebab, saat itu terjadi banyak kerumunan di pusat perbelanjaan, dan masyarakat dianggap kurang disiplin menjaga jarak maupun mengenakan masker.

Namun dua minggu setelah Lebaran, kekhawatiran itu tidak terbukti.

Setidaknya dari rapid test massal pada kelompok masyarakat berisiko, temuan reaktif Covid-19 sangat sedikit.

Dari 419 warga yang ikut rapid test, ada dua orang yang dinyatakan reaktif.

“Anggaplah dua itu positif Covid-19, jika dipersentase temuannya hanya 0,48 persen. Angkanya sudah sangat kecil,” terang Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro, Selasa (9/6/2020).

Hasil Rapid Test Massal Tim Hunter Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Kondisi Tulungagung Sangat Bagus

Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Perketat Kawasan Wajib Pakai Masker

Sebelumnya, sejumlah titik yang diambil untuk rapid test adalah pasar, pabrik, sekitar klaster, dan warga yang berisiko berdasar hasil pelacakan.

Lanjut Galih Nusantoro, jika hasil rapid test di kelompok berisiko ini tinggi, artinya ada potensi penularan yang besar.

Namun karena hasil rapid test ditemukan sedikit yang reaktif, maka potensi penularan di masyarakat juga rendah.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved