Virus Corona di Malang
Masa Pengetatan Mobilitas Warga di Singosari dan Lawang Malang Digelar 14 Hari, Mulai 15 Juni 2020
Pemberlakuan wilayah pengendalian yang diperketat di Kecamatan Singosari dan Lawang, Kabupaten Malang, akan berlaku selama 14 hari.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemberlakuan wilayah pengendalian yang diperketat di Kecamatan Singosari dan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, akan berlaku selama 14 hari.
Aturan tersebut rencananya mulai diberlakukan pada 15 Juni 2020 mendatang.
Kapolsek Singosari, AKP Farid Fatoni, menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melaksanakan tahapan sosialisasi penerapan check point selama tiga hari.
"Selama tiga hari ini kami terus lakukan sosialisasi terlebih dahulu," kata AKP Farid Fatoni, Kamis (11/6/2020).
Untuk wilayah Kecamatan Lawang, posko check point didirikan di Pasar Lawang.
Sedangkan untuk Kecamatan Singosari, akan dipusatkan di jalan pintu masuk Desa Banjararum dan Jalan Raya Tumapel.
• Akibat Covid-19, Sutiaji Sarankan Penerimaan Mahasiswa Baru di Kota Malang Gunakan Sistem Online
• Dinsos Kota Malang Akui 40 Persen Data Penerima Bansos Covid-19 Banyak yang Dobel untuk Tahap 1 & 2
"Setiap posko check point personelnya berjumlah 15 orang. Anggotanya terdiri dari TNI, Polri, Dinas Kesehatan, PMI, BPBD, dan pemerintah desa," ungkap AKP Farid Fatoni.
Di sisi lain, Wakil Komandan Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, AKBP Hendri Umar, menjelaskan, urgensi pendirian posko check point adalah guna menekan angka penularan virus Corona atau Covid-19 di wilayah Malang Utara, khususnya Kecamatan Singosari dan Lawang.
"Lawang dan Singosari ini kami buatkan check point, terutama di daerah-daerah yang menjadi zona merah. Contohnya Desa Banjararum di sini ada 10 sampai 11 orang yang dinyatakan positif," kata AKBP Hendri Umar.
• Tentang Wacana Penutupan Pasar Lawang Malang, Rapid Test Ketiga Bisa Jadi Penentu Keputusan
• Misa Sabtu Minggu di Gereja Kota Malang Bakal Dimulai 13 Juni, Protokol Kesehatan akan Dicek
Menurut AKBP Hendri Umar, wilayah Tumapel Singosari juga tak kalah penting dijadikan tempat check point guna menekan mobilitas masyarakat.
"Tumapel ini merupakan pintu masuk ke Desa Tunjungtirto, Klampok, Candirenggo, dan Pagentan. Di area itu 9 orang juga yang dinyatakan positif. Nanti di tempat itu dibuatkan check point," jelas AKBP Hendri Umar.
Editor: Dwi Prastika