AMP & Front West Papua Gelar Demo Tanpa Izin di 2 Titik Kota Malang, Polisi Kawal Ketat: Damai
Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua gelar unjuk rasa di perempatan Jalan Semeru dan Jalan Kahuripan.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - 25 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua gelar unjuk rasa di perempatan Jalan Semeru dan Jalan Kahuripan, Senin (15/6/2020).
Dari pantauan TribunJatim.com, massa mulai berkumpul di Jalan Semeru sejak pukul 10.37.
Mereka membentangkan spanduk menuntut untuk memberikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa West Papua.
• Akhirnya Anang Hermansyah Curhat Isi Hati, Soal Perasaan Pada 2 Wanita di Hidupnya, Ashanty Bereaksi
• Isi Surat Anak Sirajuddin Mahmud, Pamit & Bahas Calon Bayi Zaskia Gotik, Aqila Beri 1 Pesan ke Ayah
Aksi mereka dikawal ketat oleh anggota Polresta Malang Kota beserta Kodim 0833 Kota Malang dan jajaran samping lainnya.
Sekitar pukul 11.59, massa kemudian membubarkan diri sendiri dan berjalan ke Stadion Gajayana. Kemudian kembali ke tempatnya masing masing.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan bahwa aksi demo tidak mengantongi ijin sama sekali.
• Wali Kota Malang Berencana Buat Tim Khusus Tracing Covid-19 yang Dikomandoi Perguruan Tinggi
• Sinopsis Legend of the Blue Sea Episode 20 Tayang Senin (15/6/2020), Streaming di Indosiar
"Kami sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak mengantongi ijin. Karena kami tak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk aksi demo tersebut," ujarnya kepada TribunJatim.com.
Meski begitu pihaknya tetap terus mengawal dan menjaga aksi massa. Agar jalannya aksi demo tidak mengganggu ketertiban umum.
"Kegiatan demo tersebut berjalan dengan damai. Dan selama menjalankan penjagaan aksi demo, petugas selalu menerapkan dan mengedepankan sifat humanis. Tadi kami juga memberikan masker dan hand sanitizer kepada peserta demo," jelasnya.
Sifat humanis pun juga diperlihatkan para personel Polresta Malang Kota saat membubarkan aksi demo.
"Tadi kami sampaikan secara baik baik kepada koordinator aksi demo, bahwa waktu demo telah habis. Lalu mereka kemudian mematuhi dan membubarkan aksinya dengan damai," tandasnya.
Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Heftys Suud