Pemkot Mojokerto Alih Fungsi Gedung Diklat ASN Untuk Tempat Observasi Covid-19

Pemkot Mojokerto mempersiapkan ruangan observasi pasien Covid-19 di Gedung Diklat, Jalan Raya By Pass Sekar Putih, Kelurahan Kedundung, Magersari.

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau persiapan ruangan observasi pasien Covid-19 di Gedung Diklat, Jalan Raya By Pass Sekar Putih, Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto mempersiapkan ruangan observasi pasien Covid-19 di Gedung Diklat, Jalan Raya By Pass Sekar Putih, Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Melalui Surat Keputusan Wali Kota Mojokerto, Gedung Diklat sebagai tempat pelatihan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut kini dimanfaatkan untuk ruang observasi bagi pasien Covid dan tenaga medis.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan pihaknya sudah mempersiapkan dua tempat observasi yang pertama di Rusunawa Cinde dan yang kedua adalah di Gedung Diklat ini.

Perubahan Drastis Lucinta Luna Selama di Penjara Dikuak Abash, Sebut Kondisi Stabil: Lebih Religius

Polisi Benarkan Satu Lagi Oknum Polsek Mulyorejo Surabaya Terlibat Sabu-sabu

Persiapan tempat observasi itu sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

"Kami memfungsikan lebih awal di Rusunawa untuk tempat observasi dengan pertimbangan sudah didukung fasilitas yang representatif karena kapasitas di Rusunawa telah terpenuhi maka kami akan membuka gedung ini sebagai tempat alternatif," ungkapnya, Rabu (17/6/2020).

Ning Ita mengatakan, tempat observasi Rusunawa ditempati pasien yang dinyatakan reaktif versi Rapid Test dan tenaga medis yang menangani secara langsung pasien Covid-19. Kapasitas tempat tidur di Rusunawa sebanyak 116 unit sudah hampir penuh.

Seluruh Oyek Wisata Kabupaten Nganjuk Bakal Segera Dibuka, Pemkab Survei Kesiapan Protokol Covid-19

Jelang Transisi Menuju New Normal di Pondok Pesantren, DPRD Gresik Minta Pemkab Ikut Fasilitasi

"Di rusunawa ini tidak semata-mata untuk pasien positif melainkan mereka yang dinyatakan reaktif, OTG dan Nakes yang berpotensi terpapar karena menangani pasien," jelasnya.

Menurut dia, tempat observasi di Gedung Diklat ada 25 unit yang akan digunakan dan delapan diantaranya untuk tenaga medis.

Penambahan tempat observasi ini karena peningkatan jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Kota Mojokerto.

"Peningkatan ini telah kami prediksi sejak Ramadan lalu warga yang nekat mudik melalui jalan tikus ternyata masih ada apalagi ditambah masih ada warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Ini sangat disayangkan," ujarnya.

Meraup Uang Dari Youtube, Aliansi Pemuda Madura Gelar Pelatihan Bagi Youtuber, Ini Cara Daftarnya

Tak Mau Digaji Sudah 3 Hari Jadi Sopir Raffi, Dorce Dapat Ini dari Suami Nagita: Biar Jadi YouTuber

Masih kata Ning Ita, skema New Normal yang saat ini tengah diterapkan sebaiknya tetap berpedoman sesuai protokol kesehatan seperti tidak berkerumun, menghindari keramaian, menjaga kebersihan dan selalu menjaga jarak merupakan tatanan hidup baru dalam menjalani kondisi ditengah pandemi.

"Boleh keluar rumah bukan berarti bebas dari Covid-19 justru kita harus survive dalam menghadapi kondisi ini dengan tatanan hidup baru atau new normal," tegasnya.

Manfaatkan Teknologi, Intip Serunya Podcast Ramen Rekam Kehidupan Rumah Tangga di Tengah Covid-19

Tatanan hidup baru atau new normal, saat ini telah tertuang dalam Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 42 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kota Mojokerto.

Diharapkan masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menerapkan tatanan hidup baru pada masa pandemi Covid-19 dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved