Warga Perumahan Puri Asta Kencana Gresik Tagih Janji Pengembang Untuk Sediakan Fasum
Ratusan Kepala Keluarga Warga Perumahan Puri Asta Kencana Kkecamatan Menganti, Kabupaten Gresik menuntut hak fasilitas umum (Fasum)
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ratusan Kepala Keluarga Warga Perumahan Puri Asta Kencana Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik menuntut hak fasilitas umum (Fasum) yang sudah hampir selama 20 tahun tidak diberikan pengembang yang berkantor di Surabaya.
Fasilitas umum yang dimaksud adalah terkait jalan menuju perumahan, penerangan jalan, penyediaan jasa keamanan, dan tempat ibadah.
"Sudah belasan tahun kami diam, namun baru kali ini kami berteriak ingin menuntut hak kami kepada pihak developer yang selama ini tidak pernah menyediakan fasilitas umum bagi warga," kata Yayuk salah satu warga Puri Asta Kencana, Selasa (16/6/2020).
Yayuk menjelaskan jika selama ini tuntutan warga Puri Asta Kencana tidak pernah didengar oleh pihak developer atau pengembangnya. Yayuk berharap agar keluhan warga dapat didengar dan direalisasikan oleh pihak developer.
"Kami harap agar keluhan kami dapat segera direalisasikan oleh developer. Karena selama ini kami sendiri yang secara swadaya menyediakan fasilitas umum," terang Yayuk.
Bahkan menurut Yayuk ketika warga meminta bantuan peralatan pengukur suhu tubuh di masa pandemi covid-19 kepada pihak developer hanya dijanjikan saja, dan tidak pernah direalisasikan.
• U Ung Tea, Teh Taiwan Buka Cabang Baru di Masa Pandemi, 20 Juni 2020 Hadir di Royal Plaza Surabaya
• Suami Pulang Kerja Tak Disambut Baik, Malah Ghibah Soal Suami dengan Tetangga, Istri Ini Kena Tampar
• Simulasi Belajar Mengajar New Normal, SD di Lamongan Terpaksa Hentikan, Kondisi Sulit Dikendalikan
"Kemarin kita minta bantu alat pengukur suhu tubuh, pihak developer hanya ok ok saja, tapi sampai sekarang ndak ada wujudnya," tukas Yayuk.
Sementara itu, Hariono selaku Ketua Sinoman warga Puri Asta Kencana menjelaskan bahwa, pihak developer selama ini terkesan tutup mata dengan keluhan dari warga yang sudah mendiami perumahan tersebut selama belasan tahun.
"Selama ini kami sendiri bersama warga yang secara swadaya menyediakan fasilitas umum, seperti tempat ibadah, penyediaan jasa keamanan, dan penerangan jalan," kata Hariono.
Hariono menambahkan bahwa untuk biaya pembuatan tempat ibadah yang nilainya hampir Rp 1 miliar itu juga atas swadaya dari warga yang menempati Puri Asta Kencana.
Bahkan, untuk pengajuan pembangunan pavingisasi menuju perumahan Puri Asta Kencana itu pun atas pengajuan warga sendiri ke pihak Pemkab Gresik.
"Kita sudah berupaya secara mandiri untuk memenuhi fasilitas umum seperti Masjid Darussalam itu aja atas swadaya warga yang menelan biaya hampir Rp1 miliar. Serta pembangunan jalan menuju perumahan kemarin kita juga mengajukan sendiri ke Dinas PU, dan alhamdulillah sudah terealisasi," ungkap Hariono.
Pemasangan lampu penerang jalan di perumahan Puri Asta Kencana menurut Hariono juga dibangun oleh warga sendiri dengan cara patungan.
Untuk pemasangan lampu jalan itu hasil patungan 430 KK di Puri Asta Kencana," jelas Hariono.
Hariono juga menyesalkan pihak developer yang selama ini tidak pernah mau mendengar keluhan warga. Dia berharap agar pihak developer membuka mata dan segera merealisasikan semua tuntutan warga.