Resepsi Pernikahan di Malang saat New Normal Akan Berbeda, Salaman Pengantin Jarak Jauh & Tanpa Foto
Sejumlah pelaksana pernikahan di Kota Malang menggelar simulasi resepsi pernikahan di era new normal.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sejumlah pelaksana pernikahan di Kota Malang menggelar simulasi resepsi pernikahan di era new normal.
Protokol kesehatan disiapkan mulai tamu tiba di venue sampai berlangsungnya acara.
Ahmad Safiaji, perwakilan dari Feliz Organizer mengatakan perbedaan paling mencolok dalam gelaran resepsi pernikahan di era kenormalan baru adalah pemangkasan jumlah tamu yang hadir sampai 50 persen.
• Gubernur Khofifah Fasilitasi Rapid Test di Pesantren Al Hikam Kota Malang
• Pererat Sinergisitas, Kapolresta Malang Kota Gelar Silaturahmi Bersama Awak Media
• Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Kota Malang Penuh, Satgas Sebut RS Swasta Bakal Jadi Alternatif
Sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah, pesta pernikahan hanya boleh dihadiri tamu maksimal 50 persen dari kapasitas gedung.
“Selain itu yang berbeda adalah penyediaan thermo gun dan cuci tangan di tempat acara,” ucap pria yang biasa disapa Aji, Kamis (18/6/2020).
Cara menghidangkan makanan, kata Aji, juga diubah. Metode prasmanan, misalnya, diberi penyekat plastik dan para tamu tidak diperkenankan mengambil makanan sendiri.
Opsi hampers juga disediakan untuk meminimalisir kontak di tempat acara.
“Jadi kami menyiapkan beberapa opsi hidangan makanan, ada roll table, prasmanan tapi diambilkan dan hampers. Hampers ini tamu datang, tidak makan tapi nanti saat akan pulang diberi bingkisan yang isinya makanan,” katanya.
Aji mengatakan tak ada tradisi salaman di pernikahan new normal. Salaman dilakukan berjarak minimal satu meter tanpa sentuhan. Foto bersama pengantin juga dibatasi hanya untuk tamu very important people (VIP).
“Foto bersama juga diberi jarak minimal satu meter dan posisinya zig-zag,” ucap dia.
Aji menyampaikan harga paket pernikahan kenormalan baru dibanderol lebih murah daripada biasa. Saat ini, lanjut dia, satu klien yang telah memesan konsep pernikahan kenormalan baru kepadanya. Sementara klien yang menunda pernikahan karena pandemi Covid-19 sebanyak 25 orang.
“Yang sudah menunda resepsinya 25 orang. Tidak dibatalkan tapi ditunda,” tutup Aji.