Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Dipanggil DPRD Jatim akibat Ambruknya Pelabuhan Gili Iyang, Dishub Target Selesai Dua Bulan

DPRD Jawa Timur memanggil Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Jumat (19/6/2020)

Penulis: Bobby Wiratama | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Penyerahan bantuan keuangan daerah oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa sekaligus ground breaking untuk pembangunan pelabuhan Dungkek-Gili Iyang, Minggu (11/5/2019). 

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumenep, Agustiono Sulasno, menerangkan berbagai kendala selama proses pembuatan tersebut. Di antaranya, pembuatan tiang pancang yang berada di luar kabupaten Sumenep.

Waktunya pun cukup lama, yakni dua bulan.

"Dari target tiga bulan, dua bulan ini habis untuk membuat tiang pancang. Tiang pancang dibuat di kabupaten lain sehingga tak nampak pembangunan di laut selama dua bulan tersebut," kata Agus.

Tak hanya itu, saat akan mengangkut tiang ke Sumenep, kapal tongkang tak bisa merapat karena ombak sedang surut. Akibatnya butuh waktu 10 hari untuk bisa sampai di lokasi.

"Karena tak bisa merapat itu, kami memutuskan membuat dermaga dari laut ke darat. Bukan dari darat ke laut," katanya.

Namun, berbagai upaya ini tak membuat proyek selesai tepat waktu. Akibatnya, tiang yang sudah terpasang tersebut belum sempat dicor.

"Kami sudah sempat meminta pengembangnya untuk mengecor tiang pancang sekalipun sudah jatuh tempo. Kami kawatir ini akan mengakibatkan jembatan ambruk kalau terkena ombak atau terkena perahu," katanya.

Namun, mengingat telah jatuh tempo, masyarakat memberikan sorotan.

"Banyak yang tanya, sudah jatuh tempo kok masih saja mengangkut semen? Akhirnya, kami putuskan berhenti total," katanya.

Saat terjadi putus kontrak, dermaga telah selesai 76,25 persen. Dengan realisasi keuangan sebesar 45 persen.

"Sisa anggaran sebesar 55 persen di masih di APBD Sumenep dan akan kami masukkan dalam perubahan anggaran. Kami target proyek ini selesai tahun ini dengan tender ulang," katanya.

Kepala Dishub Jatim, Nyono menambahkan bahwa persoalan ambruknya jembatan tersebut bisa diselesaikan dalam waktu cepat.

"Setelah tender, hanya butuh waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan," kata Nyono.

Satu di antara agenda terdekatnya adalah mengecor pengikat precast.

"Karena ini merupakan proyek Dishub Sumenep, kami hanya bisa sebatas memberikan advice (himbauan) kalau diminta serta melakukan pengawasan," pungkasnya. (bob/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved