Pencuri Kayu di Blitar Ditangkap

BREAKING NEWS - Komplotan Pencuri Kayu Hutan Modus Hanyutkan Ke Sungai Dibekuk Petugas

Banyaknya kayu hutan di wilayah BKPH (Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan) Wlingi, Kabupaten Blitar yang hilang selama ini karena pelaku punya berbagai mo

istimewa
Petugas Polhut BKPH (Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan) Wlingi Kabupaten Blitar mengecek kayu Sono setelah mengamankan ketiga pencurinya. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Banyaknya kayu hutan di wilayah BKPH (Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan) Wlingi, Kabupaten Blitar yang hilang selama ini karena pelaku punya berbagai modus untuk membawa kabur.

Selain dibonceng sepeda motor, juga ada cara lain, di antaranya dihanyutkan ke sungai, lalu ditunggu di tempat yang aman .

Namun, berkat kejelian petugas polisi hutan (Polhut), modus membawa kabur kayu curian dengan cara dihanyutkan di sungai itu berhasil diungkap.

Tak hanya mendapatkan kayunya, namun pelaku juga berhasil dibekuk. Mereka adalah Wijianto (56), warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun, Sugiono (48), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare (Kabupaten Malang), Wibowo (38), warga Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro.

Ketiganya ditangkap di tepi Sungai Kalitelu, Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi, Selasa (23/6/2020) siang atau pukul 13.00 WIB. Itu lokasinya berada di tengah hutan Tembalang, BKPH (Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan) Wlingi. Dari mereka, petugas mengamankan kayu Sonokeling sebanyak 22 gelondong. Masing-masing berukuran panjang 3,5 meter sampai 4 meter, dengan diameter sekitar 90 cm sampai 110 cm.

SPBI KFC Sepedaan Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor Ombudsman, Sebut Disnaker Jatim Abaikan Hak Buruh

Pekan Depan Gelora Joko Samudro Digunakan Jadi Tempat Penanganan Pasien Covid-19: Warga Mendukung

VIRAL Rahasia 3 Tahun Suami Terkuak, Istri Syok Tahu Tumpukan Uang di Pipa, Selama ini Ngaku Bokek

"Pelaku melakukan aksinya pada siang bolong. Itu menjukkan kalau mereka benar-benar nekat, apalagi membawa truk," kata Sarman, Wakil Adm Perhutani Blitar.

Menurutnya, aksi pencuriannya sendiri terjadi pada pagi hari. Mereka menebang pohon Sonokeling di petak 35 E, dan itu merupakan kayu langka karena ditanam sejak tahun 1973. Di lokasi itu, ada pohon Sonokeling yang berada di lahan hutan seluas 17,6 hektare (Ha).

"Saat ini kayu itu sudah saat dipanen. Bahkan, yang dicuri pelaku itu merupakan kayu kelas ekspor dan harganya mahal," paparnya.

Untuk menuju ke lokasi kayu yang ditebang pelaku itu, medannya sulit. Karena selain jauh dari jalan desa atau sekitar 7 km dari desa terdekat juga lokasinya berada di tebing. Itu juga berbatasan dengan sungai. Namun, pelaku berhasil melakukan aksinya, karena memanfaatkan sungai.

"Caranya, kayu curiannya dihanyutkan di sungai dan hanyut terbawa arus, lalu ada pelaku lain, yang menghadang di tempat yang aman. Yakni, di dekat jembatan Desa Balerejo. Kalau lewat sungai Itu,i jaraknya lebih dekat dibandingkan lewat darat karena hanya sekitar 3 km dari lokasi pencurian," paparnya kepada TribunJatim.com.

Saat menghadang kayunya, yang dihanyutkan di sungai itu, petugas memergokinya. Karuan, petugas langsung menangkapnya, termasuk truknya juga sudah diamankan. Truk dengan nopol N 8420 DL itu akan dipakai buat mengangkut kayu curiannya tersebut.

"Mereka ditangkap saat menaikkan kayu curiannya, dari sungai ke atas truk. Jika petugas terlambat sedikit, maka mereka akan lolos," paparnya.

Sementara Kompol Purdianto, Kapolsek Wlingi mengatakan, saat ini ketiga pelaku sedang diperiksa. Untuk barang-buktinya, diamankan di tempat penyimpanan kayu (TPK) Kesamben.

"Dugaan sementara, mereka sampai senekat itu karena sudah punya chanel atau pemesan. Sebab, itu kayu jarang peminatnya karena mahal," paparnya.(fiq/Tribunjatim.com)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved