Pilkada Gresik 2020

KPU Gresik Bakal Terapkan Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Tahapan Pilkada

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan tahapan Pilkada.

TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Komisioner KPU Gresik Divisi Teknis Penyelenggaran Elvita Yuliati saat melantik anggota PPS di Kecamatan Kebomas, Senin (15/6/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan tahapan Pilkada.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Nomor 20/2020 KPU RI sebagai pedoman dalam menjalan tahapan verifikasi faktual sesuai protokol kesehatan.

KPU Jatim memberikan sosialisasi kepada KPU kota dan kabupaten. Tujuannya aturan itu menjadi pedoman bagi KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pemilihan dalam kondisi bencana non alam virus Corona atau Covid-19.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan parmas KPU Jatim Gogot Cahya Baskoro menghimbau kepada jajarannya untuk patuh terhadap protokol covid di setiap pelaksanaan kegiatan tahapan.

“Petugas akan menggunakan masker, sarung tangan dan pelindung wajah. Misalnya dalam waktu dekat adalah pencocokan dan penelitian data pemilih kegiatan tersebut yang harus menggunakan APD,” ucapnya kepada TribunJatim.com, Selasa, (23/6/2020).

Adapun dalam SE tersebut, diberikan penjelasan yang lebih rinci bagaiaman penyelenggara tetap melakukan tugas tapi tidak melanggar protokol kesehatan.

Pengedar Pil Yarindo di Surabaya dan Sidoarjo Ternyata Residivis Narkoba, Pelajar Jadi Sasarannya

Bangun dalam Kondisi Telanjang di Kapal Pinisi, Gadis Muda Ini Menangis, Mereka Bilang Saya Mabuk

PSSI Terbitkkan 11 Buku Panduan Protokol Kesehatan Covid-19, Atur Pertandingan hingga Zona Stadion

Antara lain seperti, kegiatan tahapan yang bersifat tatap muka secara langsung antara penyelenggara dengan pemiih, pendukung paslon dan pihak terkait lainnya.

Juga, kegiatan dalam tahapan yang bersifat mengumpulkan orang dalam jumlah tertentu hingga kegiatan dalam tahapan yang bersifat penyampaian berkas dan/atau perlengkapan secara fisik.

“Tidak melakukan jabat tangan dan kontak fisik lainnya juga harus diterapkan,” tuturnya kepada TribunJatim.com.

Kegiatan bersifat tatap muka itu diatur dalam beberapa poin. Semisal, Penyelenggara yang sedang menjalankan tugas mengenakan APD paling kurang berupa masker. Kemudian penggunaan APD berupa masker, sarung tangan sekali pakai, dan pelindung wajah bagi, PPS yang sedang verfak, PPDP yang sedang coklit, dan KPPS yang sedang di TPS.

“Tatap muka secara fisik dilakukan dengan menjaga jarak aman paling kurang satu meter dengan pihak yang terlibat,” tegasnya.

Sementara itu Komisioner KPU Gresik Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun yang juga hadir dalam sosialisasi itu juga menuturkan, SE tersebut juga mengatur kegiatan penyampaian berkas fisik. Antara lain, berkas dokumen dan/atau perlengkapan secara fisik yang disampaikan dibungkus dengan bahan yang tahan terhadap zat cair.

Lalu sebelum berkas dokumen secara fisik diterima, dilakukan penyemperotan desinfektanterlebih dahulu. Juga petugas penerima berkas dokumen wajib mengenakan APD berupa masker dan sarung tangan sekali pakai.

“Penyampaian berkas dokumen secara fisik menggunakan sistem antrean, dan pihak yang tidak berkepentingan dengan penyerahan berkas secara fisik termasuk tim pendukung tidak diperbolehkan hadir,” pungkasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved